Kuasa Hukum AN Redho Junaidi Menyebut Kliennya Tidak Terlibat dalam Penganggaran

Redho Junaidi, SH, MH, kuasa hukum terdakwa Ahmad Nasuhi.

Palembang, Sumselupdate.com – Sesuai keterangan lima orang saksi pada sidang dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang menjerat dua terdakwa yakni Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi.

Dikonfirmasi kuasa hukum terdakwa Ahmad Nasuhi, Redho Junaidi, SH, MH, menilai bahwa kliennya tidak terlibat dalam proses penganggaran.

Read More

“Dari keterangan saksi bahwa jelas klien kami tidak terlibat dalam proses penganggaran dana hibah dan saksi juga mengatakan tidak ada intervensi dari klien kami dan yang kedua tidak ada Pak Ahmad Nasuhi menerima aliran dana ataupun fee,” ungkapnya.

Redho mengatakan, soal proposal yang dibahas dalam persidangan juga tidak ada hubungannya dengan kliennya. Menurutnya, Ahmad Nasuhi belum menjabat sebagai Kepala Biro Kesra pada saat itu.

“Dan juga bukan usulan dari klien kami, kalau soal verifikasi proposal itu, pada intinya di tahun 2014 sudah ada perda yang mengatur tentang penerima hibah adalah Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, kemudian verifikasinya di tahun 2015. Jadi tanpa verifikasi itu, tidak ada masalah karena sudah ada perdanya yang mengatur bahwa hibah itu untuk yayasan,” kata Redho.

Dijelaskannya, Perda itu sudah menyebutkan bahwa hibah itu untuk Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya,

“Jadi apalagi yang mau di verifikasi, kalaupun itu dikatakan salah menurut hemat kami itu adalah kesalahan administrasi, karena sudah ada payung hukum sebelumnya yakni, perda itu sendiri,” tutupnya. (ron) 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.