Jakarta, Sumselupdate.com – Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara menyoroti isu keamanan energi, ketahanan pangan, hingga perlindungan warga negara ASEAN di berbagai belahan dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, di Jakarta, Senin (11/5/2026), usai rangkaian KTT yang ditutup di Filipina pada Jumat (8/5/2026).
Dalam keterangannya di Sekretariat ASEAN, Kao menegaskan para pemimpin negara anggota menyerukan pentingnya menjaga rantai pasokan energi yang stabil dan andal di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya akibat krisis di Timur Tengah.
Selain itu, ASEAN juga mendorong percepatan transisi menuju penggunaan energi terbarukan di kawasan.
Kao menyebut para pemimpin ASEAN mendesak percepatan ratifikasi ASEAN Petroleum Security Agreement sebagai langkah memperkuat ketahanan energi regional.
Mereka juga menekankan pentingnya pengoperasian ASEAN Power Grid guna mendukung perdagangan listrik lintas negara serta memastikan akses energi yang terjangkau bagi seluruh negara anggota.
Di sektor pangan, para pemimpin ASEAN menyerukan terciptanya pasar yang terbuka dan dapat diprediksi, penguatan konektivitas rantai pasokan, hingga peningkatan pengawasan terhadap cadangan pangan regional.
Menurut Kao, para pemimpin ASEAN juga merilis pernyataan bersama terkait krisis Timur Tengah yang menekankan perlunya memperkuat ketahanan kawasan di bidang energi, pangan, keuangan, rantai pasokan, dan perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri.
Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi dampak lanjutan konflik global terhadap stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan Asia Tenggara.
(**)











