Washington, Sumselupdate.com – Iran menolak proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya penghentian konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Dalam draf proposal balasan yang dilaporkan media semiresmi Tasnim News Agency, Iran meminta penghentian perang di semua lini, penghapusan sanksi ekonomi, pencabutan blokade laut, serta jaminan tidak ada lagi agresi terhadap negaranya.
“Proposal tersebut menyoroti perlunya segera mengakhiri perang, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam sebuah kesepakatan politik,” tulis Tasnim mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Minggu (10/5/2026).
Iran juga meminta tenggat waktu 30 hari untuk pencabutan sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, termasuk pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Namun, proposal tersebut langsung ditolak keras Presiden Donald Trump.
“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut sebagai ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya. Sama sekali tidak dapat diterima!” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Iran harus memberikan kejelasan bahwa mereka tidak berupaya memiliki senjata nuklir jika ingin tercapai kesepakatan damai.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara disebut saling bertukar proposal perdamaian dengan mediasi Pakistan.
Sebelumnya, gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan dilanjutkan dengan perundingan delegasi Iran-AS di Islamabad pada 11 hingga 12 April, namun berakhir tanpa kesepakatan.
Ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade di jalur strategis Selat Hormuz.
Konflik memanas sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta kepentingan AS di kawasan, sekaligus memperketat pengawasan di Selat Hormuz.
(**)











