Krisis BBM Mengintai! Kapal Tanker Honour 25 Dibajak, 4 WNI Terjebak di Somalia

Writer: - Senin, 27 April 2026
Ilustrasi kapal tanker yang dibajak di perairan lepas, mencerminkan ancaman keamanan maritim dan risiko terhadap pasokan energi global. (Foto; Sumselupdate.com/Chat GPT)

Mogadishu, Sumselupdate.com – Aksi pembajakan kapal tanker Honour 25 di perairan pesisir Somalia memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi serta keselamatan awak kapal, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI) yang berada di dalamnya.

Insiden tersebut terjadi saat kapal yang mengangkut sekitar 18.500 barel minyak itu disergap oleh enam pria bersenjata ketika berlayar sekitar 30 mil laut dari pantai Somalia. Informasi ini dikutip dari laporan media internasional dan dikonfirmasi oleh pejabat keamanan wilayah otonom Puntland.

Read More

Kapal tanker tersebut diketahui berangkat dari pelabuhan Berbera sejak Februari 2026 dan sempat melintasi Selat Hormuz sebelum menuju Mogadishu. Namun dalam perjalanannya, kapal justru dibajak dan kini berada di bawah kendali kelompok kriminal bersenjata.

Seorang pejabat keamanan setempat menyebutkan, pembajakan terjadi pada malam hari saat kondisi perairan relatif sepi. “Kapal itu diserbu larut malam oleh enam pria bersenjata ketika berada sekitar 30 mil laut di lepas pantai,” ujarnya.

Di dalam kapal terdapat 17 awak dari berbagai negara, termasuk empat WNI yang kini berada dalam situasi berisiko. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kondisi terbaru para kru maupun tuntutan dari pihak pembajak.

Pembajakan ini diperkirakan berdampak langsung terhadap pasokan bahan bakar di Mogadishu. Minyak yang diangkut kapal tersebut sedianya menjadi salah satu sumber pasokan penting bagi ibu kota Somalia.

Seiring insiden ini, harga bahan bakar di Mogadishu dilaporkan telah melonjak hingga tiga kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Hilangnya pasokan akibat pembajakan dikhawatirkan akan semakin memperparah tekanan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, kejadian ini juga menandai kembali meningkatnya ancaman keamanan di jalur pelayaran internasional Samudra Hindia, yang sebelumnya sempat dinilai lebih aman dari aktivitas perompakan.

Laporan juga menyebutkan, jumlah pembajak diduga bertambah setelah kapal berada di sekitar kawasan pesisir Xaafun dan Bander Beyla. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai kelompok yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Otoritas keamanan internasional dan pihak terkait masih terus memantau perkembangan situasi serta berupaya melakukan langkah-langkah penanganan untuk menjamin keselamatan para kru dan mengamankan kembali kapal tanker tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts