Korupsi Dana Hibah Kemenpora, Mantan Kadispora Ogan Ilir Sebut Tidak Pernah Menerima Laporan

Sidang dugaan korupsi kegiatan pembangunan sepakbola mini.

Palembang, sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ogan Ilir, menghadirkan empat orang saksi termasuk mantan Kadispora Ogan Ilir Fuadi terkait dugaan korupsi kegiatan pembangunan sepakbola mini dari dana hibah Kemenpora RI untuk pembangunan sepakbola mini Kabupaten Ogan Ilir tahun 2015, di PN Tipikor Palembang, Rabu (23/11/2022).

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim H Sahlan Effendi SH MH, saksi Fuadi mengaku tidak mengetahui adanya program bantuan dana hibah dari Kemenpora yang ia juluki sebutan pembangun 1000 lapangan sepakbola mini, namun saat ditunjukkan jaksa adanya bukti tandantangan surat penunjukan Kabid Pemuda dan Olahraga bernama Abdul Gofar sebagai tim teknis, saksi Fuadi baru mengakuinya.

Bacaan Lainnya

“Iya pak saya menunjuk pak Abdul Gofar sebagai tim teknis, namun saya tidak pernah menerima petunjuk teknis (juknis) apapun dari Kemenpora terkait pelaksanaan hibah,” ungkapnya.

Dipersidangan juga terungkap, sebagai Kadispora saat itu selain tidak menerima juknis, juga tidak menerima surat dan laporan mingguan serta laporan bulanan dari masing-masing tim teknis yang ditunjuk dalam kegiatan tersebut.

Saksi lainnya bernama Ilhami pensiunan ASN Dispora mengaku ditunjuk oleh Kadispora Kabupaten Ogan Ilir sebagai tim teknis monitoring dan evaluasi (monev) dalam kegiatan pembangunan fasiltas olahraga lapangan bola untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir.

“Saya ditunjuk sebagai tim monev secara lisan oleh Kemenpora, namun saya baru tahu ada SKnya saat ditunjukkan dihadapan penyidik kejaksaan waktu itu, untuk tugas monitoring saya tidak pernah melakukannya,” kata Ilhami yang saat ini sebagai dosen di UIN Raden Fatah Palembang memberikan kesaksiannya.

Sepengetahuan Ilhami, bantuan dana hibah Kemenpora khususnya untuk di kabupaten Ogan Ilir, para kades sebelum dilakukan MoU telah mendapatkan pelatihan dan sosialisasi terlebih dahulu terkait uang dana hibah digunakan untuk apa.

Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ogan Ilir, selanjutnya akan terus melakukan upaya menghadirkan saksi-saksi lainnya termasuk dari pihak pelaksana kegiatan pembangunan lapangan sepakbola mini di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2015. (Ron) 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.