London, Sumselupdate.com – Ketua Komite Pertahanan Denmark, Rasmus Jarlov, menilai konfrontasi militer apa pun terkait Greenland akan menjadi “perang paling bodoh dalam sejarah”. Pernyataan itu disampaikannya pada Minggu (11/1/2026).
Dalam wawancara dengan Sky News, Jarlov mengecam ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin merebut Greenland. Ia menyebut klaim tersebut sebagai “salah satu klaim tanah paling tidak sah dalam sejarah modern”.
Jarlov juga menegaskan tidak ada aktivitas Rusia maupun China di Greenland. Menurutnya, kedua negara tersebut tidak memiliki konsulat, kegiatan pertambangan, maupun kepentingan strategis lain di wilayah itu. “Mereka sama sekali tidak berada di sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jarlov menekankan sikap tegas masyarakat Greenland yang menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat. “Warga Greenland telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak ingin menjadi warga Amerika dan bahwa mereka tidak untuk dijual,” katanya.
Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump berulang kali menyatakan ketertarikannya untuk menguasai Greenland. Ia bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan menggunakan “paksaan militer atau ekonomi” demi mencapai tujuan tersebut.
Greenland merupakan bekas koloni Denmark yang secara resmi menjadi bagian dari Kerajaan Denmark pada 1953. Wilayah itu memperoleh pemerintahan sendiri pada 1979 dengan otonomi yang lebih luas, meski Denmark masih memegang kendali atas urusan luar negeri dan pertahanan.
(**)











