Reaksi Keras Amerika Atas Penembakan Pilot Pesawat di Bandara Ipdeheik

Writer: - Senin, 6 Juli 2026
Peristiwa penembakan yang menewaskan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Ipdeheik, Yahukimo. Istimewa

Jakarta, Sumselupdate.com – Peristiwa penembakan yang menewaskan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Ipdeheik, Yahukimo, Pegunungan, Kamis 2 Juli 2026, mendapatkan dari berbagai pihak.

Selain Amnesty Internasional Indonesia, peristiwa tersebut juga mendapatkan reaksi keras oleh Pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Read More

Dikuti dari koranpapua.id, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan keselamatan dan keamanan warga AS merupakan prioritas tertinggi bagi pemerintahan Donald Trump.

Kedutaan Besar AS di Jakarta menegaskan bahwa Washington terus berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia dan keluarga korban, Nicholas F. Goselin.

Pihaknya menyebut bahwa penyerangan terhadap pilot AS adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia yang sangat tragis.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, dari hasil visum luar dan rontgen yang dilakukan tim dokter forensik, ditemukan luka akibat terjangan peluru pada pada bagian kepala pilot Nicholas.

Selain luka tembak jarak dekat tersebut, tim dokter juga menemukan sejumlah bekas kekerasan lain di area wajah dan kepala.

Baca juga : Reaksi Amerika Penembakan Pilot Pesawat di Bandara Ipdeheik

Tak hanya menembak mati sang pilot, KKB juga membakar habis pesawat jenis Cessna milik AMA di lapangan terbang Ipdeheik.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

TPNPB menuduh pesawat membawa personel dan logistik militer Indonesia serta menyatakan telah melarang penerbangan sipil memasuki wilayah operasi mereka.

Namun tuduhan itu dibantah keras oleh Direktur PT AMA, Bob Kayadu. Ia menegaskan maskapainya tidak pernah mengangkut personel maupun logistik militer.

Terkait dengan tuduhan Sebby Sambon, Bob menyatakan hal tersebut dapat dibuktikan melalui manifes penerbangan.

Baca juga : Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Inflasi Amerika dan Sinyal The Fed Jadi Pemicu

Sementara itu, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, mengungkapkan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.

Menurutnya, identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan saksi, analisis media sosial, hingga dokumentasi visual di lokasi kejadian.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga,” ujarnya.

Penyidik juga menemukan foto yang memperlihatkan seseorang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar.

Hasil identifikasi memastikan sosok tersebut adalah M. Mbalingga, yang sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan melalui media sosial.

Meski demikian, hubungan kelompok Bakusip dengan kelompok pimpinan Elkius Kobak masih terus didalami oleh penyidik.

Satgas juga menegaskan bahwa motif penyerangan masih dalam proses penyidikan, meskipun sebelumnya kelompok tersebut sempat mengeluarkan ancaman terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

Menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan PT AMA menjalankan aktivitas di luar misi kemanusiaan, Satgas Operasi Damai Cartenz membantah keras narasi tersebut.

Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa berdasarkan komunikasi dengan pihak manajemen PT AMA dan Uskup Jayapura, maskapai tersebut selama 67 tahun hanya menjalankan pelayanan kemanusiaan dan keagamaan bagi masyarakat pedalaman Papua.

“PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” katanya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts