Kenalan Lewat Facebook, Siswi SMP di Mura Diperkosa di Dalam Kebun Karet

Tersangka Septian Arif diamankan di Mapolres Mura lantaran memperkosa siswi SMP di dalam kebun karet, Rabu (13/1/2021).

Laporan: Marwan Ashari

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Kejahatan di dunia maya tampaknya patut menjadi perhatian serius para orangtua.

Bacaan Lainnya

Orangtua harus lebih memperketat pengawasan terhadap buah hatinya yang hobi berselancar di dunia maya melalui media sosial facebook.

Kasus pemerkosaan lewat kenalan facebook sudah banyak terjadi. Kasus paling teranyar menimpa Bunga (13), sebut saja demikian namanya.

Siswi SMP kelas VII di Kabupaten Musirawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diperkosa secara buas oleh Septian Arif (29), warga Dusun VII, Desa Jabatan Baru, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura.

Beruntung, akibat perbuatan bejatnya itu, tersangka dijebloskan ke dalam bui setelah dibekuk petugas Unit PPA dan Tim Landak Satreskrim Polres Mura, Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 16.00 wib.

Perbuatan yang menghancurkan  masa depan korban ini dilakukan tersangka di dalam kebun karet di Dusun VII, Desa Madang, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura pada Rabu, 23 Desember 2020 sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pemerkosaan tersebut.

“Memang benar, namun tersangka sudah kami tahan di Mapolres,” kata Efrannedy melalui AKP Alex Andriyan, Rabu (13/1/2021).

AKP Alex menjelaskan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan peristiwa ini dengan catatan laporan polisi LP/ B-01 / I /2021/Sumsel/Res Mura tertanggal 11 Januari 2021.

Dalam laporan tersebut terungkap awal rudakpaksa ini terjadi bermula korban berkenalan dengan pelaku di media sosial facebook.

Setelah intens berkomunikasi, tersangka mengajak korban ABG bau kencur itu untuk bertemu di pinggir jalan di Dusun VII Desa Madang.

Setelah bertemu, tersangka melancarkan akal bulusnya dengan membawa korban ke arah dalam kebun karet.

Di dalam kebun karet tersebut, tersangka berusaha merayu korban dan dengan paksa mencium tubuh korban, hingga memaksa gadis ingusan itu untuk melakukan persetubuhan.

Diduga kalah tenaga, pelaku sukses menyalurkan hasrat setannya. Setelah puas, tersangka meninggalkan korban di dalam kebuh karet tersebut.

Tak senang dan trauma dengan kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Mura untuk diproses menurut hukum yang berlaku.

“Dari laporan korban itulah kami melakukan penangkapan terhadap tersangka,” jelas Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim mengungkapkan tersangka diringkus bermula anggota melakukan penyelidikan dan pengintaian di mana keberadaan tersangka.

Setelah diketahui keberadaan tersangka, anggota langsung melakukan penyergapan tersangka dan digelandang ke Unit PPA Polres Mura tanpa melakukan perlawanan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti  satu helai jilbab warna biru milik korban, satu helai baju kaos olahraga lengan panjang warna kuning, dan satu helai rok panjang warna biru.

“Tersangka, dijerat pasal 82 Jo Pasal 76 (E) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tegas Kasat Reskrim. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.