Laporan: Alpian Patria Jaya
Muaradua, Sumselupdate.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2020.
WTP adalah opini audit tertinggi dari BPK terkait pengelolaan anggaran di kementerian atau lembaga negara. Opini ini diterbitkan jika laporan keuangan dianggap telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik dan bebas dari salah saji material.
Laporan hasil pemeriksaan BPK dengan Opini WTP di serahkan langsung Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI Bidang Polhukam, Hendra Susanto kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, Senin (28/06/2021), bertempat di Ruang Rapat Menkumham.
Capaian ini merupakan kali ke delapan bagi Kemenkumham yang berhasil mempertahankan opini WTP untuk Tahun Anggaran 2020. Di mana setengah lusin dari jumlah tersebut diperoleh secara berturut-turut sejak 2015.
Hasil ini pun melengkapi raihan sempurna terhadap LKPP yang juga menggondol penghargaan serupa. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, laporan keuangan LKPP Tahun 2020, mendapatkan opini WTP untuk kelima kalinya diperoleh pemerintah sejak 2016.
Sejak digelar pada 2004, atau tepatnya setelah Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara terbit, Kemenkumham tercatat sudah delapan kali meraih opini WTP yakni pada tahun 2011, 2013, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Ini berarti dalam enam tahun terakhir, sejak 2015 hingga sekarang, Kemenkumham berturut-turut meraih opini WTP.
Selain itu, Kemenkumham juga meraih empat kali opini WTP Dengan Paragraf Penjelas, yakni pada tahun 2009, 2010, 2012, dan 2014.
Menkumham, Yasonna H. Laoly mengucapkan berterima kasih dan apresiasi, baik kepada BPK maupun kepada seluruh jajaran Kemenkumham, atas tercapainya opini WTP ini. Capaian opini WTP murni ini merupakan capaian ke delapan kalinya sejak tahun 2011.
“Terima kasih atas kerja sama yang selama ini terjalin baik antara tim BPK dengan Kemenkumham, sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar. Kami akan terus dan selalu bekerja keras menjaga kepercayaan yang diberikan oleh BPK dengan berupaya meningkatkan kualitas laporan keuangan Kemenkumham secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sejak dirinya memimpin dan bertindak selaku pengguna anggaran di Kemenkumham, Yasonna telah berupaya keras agar pengelolaan keuangan maupun Barang Milik Negara (BMN) dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
“Dalam praktiknya, pengelolaan keuangan dan BMN bukanlah hal yang mudah, karena banyak hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi,” ucap Yasonna.
Proses panjang pengelolaan keuangan dimulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, memiliki SPIP yang memadai, memperhatikan kesesuaian dengan SAP, serta diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan. Semua itu dilakukan guna mendukung terwujudnya good governance di lingkungan Kemenkumham.
Sementara itu, di tempat terpisah kepada Sumselupdate.com Kalapas Kelas II B Muaradua Kabupaten OKU Selatan Surakhmat, AMd IP, SSos, menyatakan siap membantu untuk mempertahankan prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Diketahui, Kemenkumham sudah berturut-turut meraih prestasi WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kemenkumham sudah berturut-turut mampu kembali meraih WTP. Maka, Khususnya kami yang berada di Lapas Kelas II B Muaradua OKU Selatan mengucapkan selamat serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ungkap Kalapas Kelas II B Muaradua Kabupaten OKU Selatan Surakhmat, AMd.IP, Selasa (29/6/2021).
Selain itu kata Rakhmat, pihaknya siap apabila Kemenkumham memberikan instruksi untuk membantu dalam mempertahankan prestasi yang telah diraih selama ini.
Prinsip, kita siap membantu dan bekerja keras. Sehingga dalam pengelolaan keuangan dan aset negara dapat berjalan secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien,” jelasnya. (**)











