Sekayu, Sumselupdate.com – Kemarau panjang yang berlangsung hampir empat bulan menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Dampaknya, sebanyak 11 unit pelayanan PDAM Tirta Randik tidak dapat beroperasi akibat kekeringan.
Sebagai kompensasi bagi pelanggan yang tidak mendapatkan aliran air, PDAM Tirta Randik memutuskan tidak menerbitkan struk tagihan di wilayah unit yang terdampak krisis air.
Direktur PDAM Tirta Randik, Azmi Julian, ST, menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena pelanggan tidak menerima layanan air bersih sama sekali. Dengan demikian, tidak ada komponen pemakaian air yang dapat ditagihkan kepada masyarakat.
“Kami tidak mengeluarkan tagihan di sejumlah wilayah unit kerja yang terdampak krisis air akibat kemarau panjang selama ini,” jelas Azmi, Senin (1/11/2026).
Menurutnya, kebijakan pembebasan tagihan tersebut merupakan bentuk kompensasi sekaligus upaya meringankan beban ekonomi masyarakat selama kondisi darurat kekeringan.
“Selama status darurat kekeringan, kebijakan khusus dapat menghapus biaya beban minimum ini sehingga tagihan menjadi Rp0 dan struk tidak dicetak,” tambahnya.
Azmi mengakui, kebijakan pembebasan tagihan dan berhentinya operasional produksi air berdampak terhadap pendapatan perusahaan. PDAM berpotensi mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan selama krisis air berlangsung.
Meski demikian, PDAM Tirta Randik tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan.
Azmi mengatakan, saat ini kondisi mulai membaik seiring memasuki musim hujan. Sebelumnya, PDAM juga melayani permintaan pengiriman air bersih dalam jumlah besar ke wilayah terdampak melalui armada mobil tangki.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan pengiriman air bersih gratis dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada PDAM Tirta Randik.
“Alhamdulillah, kini memasuki musim hujan. Kemarin, bagi wilayah unit yang terdampak dan masyarakat yang membutuhkan air bersih dalam skala besar, dapat menyampaikan permintaan secara tertulis agar bisa mendapatkan pengiriman air gratis menggunakan truk tangki di wilayah krisis,” tutupnya.
(**)







