Kekerasan Terhadap Anak di Muba Meningkat Dalam Dua Bulan Terakhir

Kantor KPAID Muba

Sekayu, Sumselupdate.com –Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Musi Banyuasin masih cukup tinggi.

Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor di antaranya lingkungan keluarga. sekolah. Dan lingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), terjadi peningkatan di dua bulan awal tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua KPAID Muba Wahidin Sudiro Husodo kepada Sumselupdate.com, Kamis (31/3) mengatakan, sepanjang 2015 lalu ada 36 kasus kekerasan terhadap anak. Sedangkan di Januari- Maret 2016, sudah ada 16 kasus.

“Memang mengalami peningkatan kasus kekerasan pada anak jika dibandingkan pada tahun  lalu,  kasus tersebut dominan pada pelecehan seksual (asusila), ” jelasnya.

Dikatakan Wahidin, dari kekerasan terhadap anak pada 2015 didominasi kasus asusila, mulai dari pencabulan hingga pemerkosaan.

Sejumlah kasusnya telah masuk ke jalur hukum dan ada beberapa yang sudah disidang. Bahkan pelakunya telah dihukum.

Dijelaskannya, pada 2016 ini, kekerasan terhadap anak didominasi oleh hak asuh yang disebabkan perceraian orang tua. Sehingga, memang kondisi yang cukup sulit.

Menurut Wahidin, KPAID akan terus menekan kekerasan terhadap anak dengan rutin sosialisasi sejak tahun lalu hingga awal 2016 ini. Sehingga kesadaran orang tua pun semakin meningkat, khususnya pengetahuan.

Hasil monitoring dan evaluasi KPAID Muba pada 2015 menunjukkan bahwa 91 persen anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, 87,6 persen di lingkungan sekolah, dan 17.9 persen di lingkungan masyarakat. (est)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.