Baturaja, Sumselupdate.com — Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah turun langsung menemui korban kebakaran di Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Rabu (17/9/2026) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Teddy bersama jajaran Pemerintah Kabupaten OKU menyerahkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak kebakaran.
Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setelah tempat tinggal maupun tempat usaha mereka terdampak kebakaran yang terjadi pada Senin (14/9/2026).
Teddy didampingi Asisten III Setda OKU Romson Fitri, Kepala BPBD OKU Januar Efendi, Kepala Dinas Sosial OKU Iwarman, Camat Baturaja Timur Doni Heridadi serta jajaran kelurahan setempat.
Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) menerima bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, di antaranya beras, mi instan, minyak goreng, susu dan sarden. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan perlengkapan alas tidur serta kebutuhan kesehatan.
“Kehadiran kami di sini adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar para korban pascakebakaran yang terjadi beberapa hari lalu dapat langsung terpenuhi,” kata Teddy.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kebakaran tersebut menghanguskan delapan bangunan yang terdiri dari ruko dan bangunan semipermanen. Total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp470 juta.
Teddy mengatakan, bantuan yang disalurkan pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan awal bagi warga yang terdampak.
“Kami tahu ini tidak mengganti seluruh kerugian usaha yang ada. Namun, pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi masa sulit ini,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran.
Sejumlah korban diketahui mengalami kerugian setelah bangunan dan tempat usaha mereka terbakar. Hendry, pemilik rumah makan, dan Ahmad Arifin, pemilik usaha servis elektronik, masing-masing diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.
Sementara itu, pemilik usaha variasi motor Leka Heriansyah diperkirakan mengalami kerugian Rp80 juta. Sedangkan Bendri, pedagang buah, mengalami kerugian sekitar Rp60 juta.
Pemerintah Kabupaten OKU berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban selama masa pemulihan pascakebakaran.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan delapan bangunan tersebut.
(**)











