Kasus Pemerasan Masih Diselidiki, Pejabat OKI Pelapor Ketua Projo Sumsel Meninggal Dunia

Almarhum Syarifudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Kepala Inspektorat di Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Syarifudin meninggal dunia.

Pelapor Ketua Ormas Pro Jokowi (Projo) Sumsel nonaktif, FY, terkait kasus dugaan pemerasan tersebut meninggal karena sakit.

Bacaan Lainnya

Meninggalnya Syarifudin beredar melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima detikcom. Tertulis Bupati OKI, Iskandar mengucapkan duka atas meninggalnya Kepala Inspektorat OKI tersebut.

“Pemerintah dan masyarakat Ogan Komering Ilir berduka dan berbela sungkawa amat mendalam atas berpulangnya, Syarifudin SP.,MSi, Inspektorat Kabupaten OKI,” tulis pesan tersebut.

Pemkab OKI membenarkan kabar yang beredar itu. Syarifudin meninggal dunia karena sakit yang telah lama diidapnya.

“Benar, beliau meninggal dunia tadi malam. Meninggal dunia karena sakit,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Informatika Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/8/2020).

Menurut Adi, Syarifudin meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu. Dia dikabarkan sudah sering keluar masuk rumah sakit saat menjabat Kepala Dinas Pertanian.

“Informasi sakit sudah lama, sejak masih Kepala Dinas Pertanian. Sudah beberapa kali juga masuk rumah sakit, tetapi bukan karena COVID-19, belum tahu persis sakit apa,” ujar Adi.

Sebelumnya, tiga pengurus ormas Projo Sumsel ditangkap jajaran Polres OKI atas dugaan pemerasan. Salah satu orang yang ditangkap ialah Ketua DPD Projo Sumsel berinisial FY.

Namun, seiring berjalannya kasus ini, muncul juga narasi bahwa yang terjadi adalah kasus penyuapan. Narasi terjadinya penyuapan muncul karena ada uang Rp 50 juta yang diamankan polisi saat penangkapan.

Polisi masih mendalami kasus ini. Selain memeriksa tiga pengurus Projo Sumsel, FY, RS dan E, polisi juga mendalami alasan Syarifudin sebagai pihak pelapor terkait pemberian uang tersebut.

“Terkait korban memberikan uang ini juga masih kami dalami. Kenapa memberikan uang kalau nggak ada salah, peran-peran ketiga oknum ormas juga kita dalami lagi,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Polda Sumsel. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.