Kasus Korupsi Jalan Rantau Alai, Kuasa Hukum Terdakwa Nilai Perkara Ini Sangat Dipaksakan

Sidang online dugaan kasus korupsi pengurangan volume Jalan di Rantau Alai.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi pengurangan volume peningkatan jalan Rantau Alai-Simpang Kilip pada Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun anggaran 2019, dengan dua terdakwa yakni Syamsul Bahkri (PN PPK di Dinas PUPR Ogan Ilir) dan terdakwa Zainab Abidin (direktur atau kontraktor dari PT Fizupu Cahaya Buana).

Pada sidang JPU Ogan Ilir menghadirkan empat orang saksi di hadapan majelis hakim yang diketahui Mangapul Manalu SH MH, di PN Tipikor Palembang, Rabu (15/12/2021).

Read More

Salah satu saksi Salahudin, diketahui jika terdakwa telah mengembalikan uang kerugian negara.

“Setahu saya, ada temuan kerugian negara oleh BPK dengan nilai mencapai Rp. 726 juta lebih. Namun uang kerugian negara tersebut sudah dikembalikan oleh pihak ketiga,” ujar saksi dalam sidang.

Namun saksi Salahudin, mengatakan apakah uang yang dikembalikan itu sudah mencukupi atau belum, dirinya tidak mengetahuinya.

Hal serupa juga dikatakan oleh saksi lainnya, yang mengatakan uang kerugian negara sudah dikembalikan oleh terdakwa.

Dikonfirmasi usai sidang kuasa hukum terdakwa Zainal Abidin, Suwito Winoto SH MH mengatakan jika dalam kasus dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip, Kabupaten Ogan Ilir, tahun anggaran 2019, tidak ada lagi kerugian negara.

“Yang katanya ada kerugian negara sudah dikembalikan oleh terdakwa pada kas negara. Seharunya tidak ada lagi persidangan ini,” ujar Suwito pada awak media, Rabu (15/12/2021).

Selain itu, menurut Suwito kasus ini terkesan sangat dipaksakan. Yang mana penyidikan dilakukan setelah adanya pengembalian uang.

“Disini patut kita pertanyakan ada apa?,” ujar Suwito.

Sementara itu usai sidang, pihak JPU Ogan Ilir enggan berbicara. “Kami tidak bisa berbicara banyak. Kalau sekarang harus lewat Kasi Intel atau Kajari langsung kalau mau wawancara,” tuturnya.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU terdakwa Syamsul Bahkri ST sebagai Kasi Jembatan di Dinas PUPR Ogan Ilir dan PPK dalam proyek peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip tahun anggaran 2019, bersama terdakwa Zainal Abidin dari PT Fizupu Cahaya Buana menjadi pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 4.922.556. 000 atau Rp 4,9 miliar.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan proyek selama 90 hari, sejak 23 September 2019 sampai 21 Desember 2019, hingga pekerjaan seratus persen. Anggaran diterima terdakwa Zainal Abidin melalu rekening Bank Sumsel Babel setelah dipotong PPN/PPH Rp 4.123.767.790 atau Rp 4,1 miliar lebih.

Bahwa perbuatan terdakwa Syamsul Bakhri ST bersama terdakwa Zainal Abidin merugikan negara, sesuai temuan BPK Sumsel tanggal 18 November 2021 kerugian negara sebesar Rp 771.606.454 juta atau Rp 771,6 juta.

“Panjang ruas jalan seharunya 850 meter hanya 450 meter saja, besi seharusnya 680 Kg hanya 12.755 gram saja. Terdakwa Syamsul Bahri ST sebagai PPK di PUPR Ogan Ilir, proyeknya telah mencapai seratus persen di tanggal 10 Desember 2019. Namun Syamsul tidak melakukan pengecekan lapangan, dan terdakwa Zainal didakwa memperkaya diri sendiri, korporasi dan orang lain,” jelas Carlo dalam pembacaan dakwaan dalam persidangan. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.