Kasus Ferdy Sambo Terkini Sudah Seret 63 Polisi, 35 di Antaranya Langgar Kode Etik

Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. (Youtube divpropam polri)

Jakarta, Sumselupdate.com – Terbongkarnya kebohongan skenario yang disusun Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J menyeret puluhan anggota kepolisian untuk diperiksa.

Sebelumnya, Kapolri menonaktifkan sejumlah 16 polisi terkait penyelidikan kasus penembakan Brigadir J, di rumah dinas Kadiv Propam yang kala itu dijabat Irjen Pol Ferdy Sambo.

Read More

Jumlah tersebut berubah menjadi 31 orang anggota polisi yang dinonaktifkan, tak lama setelah Kapolri mengumumkan Irjen Pol Ferdy Sambo, sebagai dalang di balik penembakan dan pembunuhan berencana Brigadir J.

Jumlah tersebut bertambah, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mencatat terdapat total sementara 35 anggota Polri yang diduga tidak profesional mengusut kasus pembunuhan Brigadir J.

“Iya betul, informasi dari Irsus demikian (35 melanggar kode etik),” ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan seperti dikutip Suara.com –jaringan Sumselupdate.com, Senin (15/8/2022).

Dedi menjelaskan jumlah tersebut usai penambahan lima penyidik Polda Metro Jaya yang dianggap melanggar.

Sehingga, lanjut Dedi, puluhan anggota tersebut diduga kuat ikut andil dalam menghilangkan bukti CCTV.

Dia menambahkan sedangkan untuk yang berstatus terperiksa jumlahnya mencapai 63 anggota. Mereka diduga terlibat di rangkaian pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

“Total sementara terperiksa 63 orang,” kata Dedi. Menurut Dedi, dalam kasus ini 16 anggota Polri ditempatkan di tempat khusus. 10 di antaranya di Provos dan sisanya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Mantan komisioner Kompolnas yang juga  jurnalis senior, Karni Ilyas sempat menceritakan bahwa beberapa dari polisi yang dinonaktifkan merasa tertipu oleh skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

“Saya mendengar dari 31 polisi yang sekarang terkena masalah ini, yang perwira menengah sampai ada juga yang jenderal, itu mereka merasa dibohongi oleh Jenderal Sambo. Bahkan ada yang WA ke saya mengatakan bahwa dia galau, marah, sakit hati, karena dia itu percaya tapi ternyata dibohongi,” kata Karni Ilyas saat memandu acara ILC belum lama ini.

Keterangan Karni Ilyas dikuatkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD yang membeberkan fakta bahwa memang Ferdy Sambo melakukan pengkondisian psikologis untuk mendukung kebohongannya.

“Memang karena dibohongi itu kan karena ada skenario drama melankolis,” kata Mahfud MD dikutip Selebtek dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

Mahfud MD pun menduga bahwa apa yang dilakukan Ferdy Sambo adalah untuk menciptakan situasi psikologis yang mendukung skenario bohongnya.

“Sehingga diciptakan pra kondisi seakan-akan percaya kondisional itu, nangis dia, saya tanya ke wakil Kompolnas, ya memang begitu, lalu memanggil orang-orang lain lagi ada sekitar 5 orang lain lagi, dia menangis dengan cara yang sama, sehingga orang percaya,” kata Mahfud MD.

Mahfud juga menyebut kalau Ferdy Sambo mengatakan hal yang sama dan menangis dengan cara yang sama kepada orang-orang yang ditemuinya.

“Saya sudah cek ke orang-orang yang dipanggil ini, ya kalimatnya sama cuma mondar-mandir di meja ‘saya sudah dizalimi, istri saya dilecehkan, kalo ada saya di situ sudah saya tembak sampai mati lebih parah,” kata Mahfud MD menirukan ucapan kalimat Irjen Ferdy Sambo. (src)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.