Palembang, Sumselupdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Sumatera Selatan (Sumsel). Sejak Januari hingga 10 Agustus 2025, total 1.416,9 hektar lahan hangus terbakar. Dari jumlah tersebut, 1.381,9 hektar merupakan lahan mineral, sedangkan 35 hektar berada di lahan gambut.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Ferdian Kristanto, menyebutkan lima daerah dengan luasan karhutla terbesar, masing-masing di atas 100 hektar.
- Ogan Ilir: 317 hektar (seluruhnya lahan mineral)
- Musi Banyuasin: 314,2 hektar (305,2 hektar mineral, 8,9 hektar gambut)
- Ogan Komering Ulu (OKU): 190,4 hektar (mineral)
- Musi Rawas: 151,7 hektar (mineral)
- Muaraenim: 101,8 hektar (90,9 hektare mineral, 11 hektar gambut)
“Total luas lahan terbakar tahun ini mencapai 1.416,9 hektare, jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir,” ujar Ferdian, Kamis (21/8/2025).
Selain itu, sejumlah daerah lain juga terdampak karhutla meski dengan skala lebih kecil. Antara lain:
- Empat Lawang: 89,3 hektar
- Ogan Komering Ilir (OKI): 65,5 hektar
- Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): 63 hektar
- Musi Rawas Utara: 50,2 hektar
- Lahat: 36,6 hektar
- OKU Timur: 15,8 hektar
- Banyuasin: 13,2 hektar
- Lubuklinggau: 5,9 hektar
- Pagaralam: 2,1 hektar
Adapun tiga wilayah, yakni Prabumulih, OKU Selatan, dan Palembang, tercatat nihil karhutla tahun ini.
Jika ditarik ke belakang, trend karhutla di Sumsel menunjukkan penurunan. Pada 2021 tercatat 2.003,2 hektar, lalu naik menjadi 2.769,5 hektar pada 2022, melonjak hingga 4.162,3 hektar pada 2023, dan turun menjadi 3.160,3 hektar pada 2024.
“Meski menurun, potensi kebakaran tetap ada dan perlu diwaspadai, terutama di puncak musim kemarau,” tutup Ferdian.
(**)











