Kapolres Muba, Imbau Warga Vaksinasi Lewat Radio Gema Randik

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSi, Talk show Radio Gema Randik Sekayu, di Kantor Dinas Kominfo Muba, Jumat (15/10/2021).

Sekayu, Sumselupdate.com – Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSi, berikan imbauan vaksinasi Covid-19 melalui acara Talk show Radio Gema Randik Sekayu, di Kantor Dinas Kominfo Muba, Jumat (15/10/2021).

Kapolres Muba yang berasal dari Maluku ini mengatakan, selain untuk memberikan imbauan, dirinya juga sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat Muba karena baru mengemban amanah sebagai Kapolres Muba.

Read More

“Pertama, saya ingin menyapa dulu para pendengar Radio Gema Randik Sekayu 97 FM karena saya merupakan Kapolres Muba yang baru dan mudah-mudahan bisa diterima sebagai warga masyarakat di Bumi Serasan Sekate,” kata Alamsyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres di Ogan Komering Ilir tersebut.

Sebagai Kapolres Muba, ia mengucapkan terima kasih, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muba yang telah menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, sehingga kegiatan masyarakat dan pemerintah berjalan dengan lancar.

“Dimasa Pandemi ini perlu juga kita menyampaikan beberapa hal penting yang memang harus kita laksanakan, bahkan protokol kesehatan yang tetap kita laksanakan disaat ini, yaitu jangan lupa pakai masker ketika keluar rumah, jaga jarak cuci tangan dan hindari kerumunan, agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ia juga bersyukur saat ini atas kepatuhan seluruh elemen masyarakat dan kerja keras aparat pemerintah, Kabupaten Muba memasuki zona kuning dan PPKM Level I, serta Muba untuk tingkat persentase vaksin adalah nomor dua setelah Kota Palembang dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Oleh karenanya, 75 persen kegiatan masyarakat sudah boleh dilaksanakan namun tetap dengan protokol kesehatan.

“Jadi saat ini kita sudah mencapai 41 persen masyarakat kita yang sudah di vaksin. Berarti kita berharap ini (vaksin) terus kita gencarkan, karena kita harus sadar bahwa manfaat vaksin ini sangat penting sekali, buktinya dengan banyak masyarakat yang divaksin zona kita menjadi kuning dan level PPKM kita turun. Dan sampai saat ini dari data yang ada yang sakit (terpapar Covid-19) tinggal empat saja yang dirawat di rumah sakit. Mudah-mudahan kalau sudah banyak yang divaksin tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit, dan kita semua sehat serta bisa hidup dengan normal,” tandasnya.

Dikatakannya, vaksin di Muba sangat banyak, bahkan sekarang stok ada 76.000 vaksin, sehingga petugas tidak khawatir vaksin habis dan masyarakat juga tidak perlu khawatir karena vaksinasi ada terus setiap hari.

“Kami imbau kepada masyarakat, mari kita beramai-ramai, ajak keluarga ajak saudara untuk bersama-sama melaksanakan vaksin, di Puskesmas terdekat atau Gerai vaksin, di Polres Muba ada gerai vaksin kemudian juga kegiatan mobile vaksin, termasuk vaksin massal,” serunya.

Lanjutnya, sekarangpun setiap sore di Gelanggang Remaja Sekayu sudah ada petugas untuk melaksanakan vaksin.

“Nanti ada petugasnya yang razia, tapi bukan razia kendaraan melainkan vaksin. Jadi setiap masyarakat yang keluar rumah baik jalan kaki maupun berkendara diwajibkan membawa surat vaksin. Kalau tidak menunjukkan sertifikat vaksin berarti yang bersangkutan harus terhambat perjalanannya karena harus mengikuti vaksin terlebih dahulu,” tuturnya.

Lebih lanjut Kapolres Muba tersebut mengatakan target Muba kedepan di bulan Desember 2021 mendatang 80 persen masyarakat sudah divaksin, sedangkan untuk target nasional adalah 70 persen.

“Mudah-mudahan dengan kesadaran yang tinggi dari masyarakat dan para Randikers semua kita bisa melebihi target nasional. Sehingga kita bisa melakukan kegiatan dengan lancar tanpa lagi takut terkena Covid-19,” harapnya.

Dipenghujung Acara Talkshow itu ia menyampaikan bahwa kedepan akan keluar Maklumat Kapolres Muba, saat ini masih dirancang, yang intinya di masa yang akan datang jika ada kegiatan masyarakat seperti resepsi pernikahan atau kegiatan olahraga yang mengumpulkan massa banyak, termasuk pertemuan rapat dan sebagainya yang bisanya mengecek suhu tubuh, dan menggunakan masker akan ditambah lagi dengan penunjukan surat vaksin.

“Jadi kalau masyarakat dan Randikers belum vaksin, ayo kita datang ke Puskesmas terdekat atau gerai vaksin untuk mengikuti vaksin, jangan sampai kegiatannya terhambat gara-gara dimintai menunjukkan sertifikat vaksin, saya minta kerjasamanya karena ini untuk kesehatan juga keselamatan kita, vaksin itu aman dan halal,” pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba Herryandi Sinulingga AP mengatakan, saat ini media sangatlah berperan penting dalam penyebaran informasi. Melalui media banyak hal yang bisa disampaikan kepada masyarakat dan juga mudah diakses.

Dinkominfo Muba sebagai instansi yang menyediakan media untuk bisa menyampaikan berbagai informasi, imbauan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Muba sangat mendukung segala kegiatan Pemkab dan Instistusi lainnya  terlebih lagi saat ini tentang percepatan vaksinasi.

“Atas kedatangan Bapak Kapolres Muba ke Radio Gema Randik sangat Surprise dan Kami ucapkan terima kasih, tadi beliau hadir langsung ke Studio Gema Randik 97.00 FM Radio Kebanggaan warga Bumi Serasan Sekate ini, dalam rangka melakukan imbauan dan Sosialisasi kepada masyarakat Muba untuk melakukan vaksinasi di fasilitas layanan kesehatan yang telah dipersiapkan Satgas Covid-19 dan kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres atas kunjungannya dan imbauan beliau yang telah disampaikan melalui radio, juga kami viralkan melalui sosial media Dinkominfo dan juga lewat media online mitra Dinkominfo Muba harapan kita agar imbauan bapak kapolres ini dapat tersampaikan kepada masyarakat Muba tentang pentingnya melakukan vaksinasi ditengah pandemi. Semoga semakin banyak masyarakat untuk segera melakukan vaksin sehingga tujuan bersama herd immunity dan target vaksinasi di Musi Banyuasin tercapai”, pungkasnya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.