Jual Motor, Ferdi Dibayar Potongan Kertas ‘Rp10 Juta’

Dian Ferdiansyah, menunjukkan potongan kertas yang diberikan pelaku sebagai pembayaran motor miliknya.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Sungguh apes apa yang dialami Dian Ferdiansyah (22), warga Km. 15 Kelurahan Sukajadi, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Maksud hati ingin menjual sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BG 5602 JA miliknya dengan harga Rp10 juta.

Tapi bukan uang yang ia dapat dari pembeli, justru potongan kertas diperolehnya. Sialnya lagi, sepeda motor miliknya dibawa kabur pelaku yang mengaku hendak melakukan test drive.

Peristiwa yang bisa dilupakan seumur hidup itu terjadi pada Senin (30/11/2020), sekitar pukul 16.00 WIB.

“Awalnya, aku pasang iklan dari Facebook mau jual motor. Pelaku kemudian menghubungi dan mengajak Cash On Delivery (COD), tepatnya di depan ruko kawasan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Sebenarnya, saya sempat curiga karena beberapa kali tempat COD berpindah-pindah, tapi aku masih ikuti saja,” jelasnya.

Setelah bertemu dengan pelaku, dia langsung memberikan dua amplop bewarna cokelat yang katanya berisi uang sebesar Rp10 juta. Pelaku memintanya tidak membuka amplop itu, karena ia ingin memeriksa sepeda motor Beat miliknya terlebih dahulu.

Dengan beralasan test drive, pelaku lalu memacu sepeda motor milik Ferdi dan tak kembali lagi. Korban pun langsung membuka kedua amplop yang diberikan pelaku.

Tapi, bukan berisi uang Rp10 juta, melainkan potongan kertas. Korban pun langsung mendatangi pemilik ruko tempat COD untuk meminta rekaman CCTV.

Rekaman tersebut akhirnya dijadikan barang bukti, untuk membuat laporan ke petugas Polsek Talang Kelapa.

“Saya baru pertama kali jual motor, jadi memang masih bingung harus seperti apa saat COD. Tapi masih untungnya STNK motor masih ada sama saya, tidak langsung diberikan sama pelaku,” ucapnya.

Sekarang, Dian tak memiliki keberanian untuk menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya kepada orangtua.

“Karena orangtua saya sudah tua, saya takut mereka marah dan syok. Saya jual motor karena cari tambahan buat beli motor baru, tapi malah ada kejadian seperti ini. Saya berharap polisi bisa segera menangkap pelaku,” harapnya. (**)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.