Januari 2021, Belajar Tatap Muka di Sumsel Kembali Dimulai, Tapi Ini Syaratnya

Jumat, 20 November 2020
Wulan, seorang siswi SMA Negeri di Kota Pagaralam, Sumsel menjadi buruh harian pemetik kopi demi membeli smartphone guna mengikuti sistem belajar daring, Rabu (12/8/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021, dengan syarat wilayah tersebut berada di zona kuning atau zona hijau.

Kepala Disdik Sumsel Riza Fahlevi mengatakan, keputusan untuk mengizinkan sekolah kembali membuka belajar tatap muka itu tidak mudah, mengingat kondisi saat ini.

Read More

Maka, kata dia,  syaratnya selain zona Covid-19, juga pihak sekolah telah menerima surat persetujuan dari Gugus Tugas dan orangtua.

“Pihak sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti memberikan surat pernyataan persetujuan orangtua siswa dan sekolah wajib terapkan SOP protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19,” katanya, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, jika sekolah tidak memenuhi persyaratan berlaku, maka sekolah tetap melaksanakan pembelajaran kombinasi secara dalam jaringan melalui KBM online atau sistem luar jaringan dengan teknis shift.

Intinya izin sekolah tatap muka tergantung hasil persetujuan rekomendasi tim kesehatan. Serta kepastian surat edaran, karena sekarang masih menunggu arahan pemerintah pusat dan provinsi.

“Apakah Januari 2021 tatap muka atau belum, karena kita tidak bisa melihat dari zona saja, sebab zona selalu berubah kadang hijau, merah, kuning, dan oranye,” katanya.

Selain sekolah wajib terapkan protokol kesehatan untuk tatap muka, Disdik Sumsel juga meminta tanggung jawab orangtua dalam pengawasan KBM tatap muka. Hal ini upaya kepatuhan ketertiban SOP penanganan Covid-19 berjalan maksimal.

“Siswa sudah lama tidak bertemu teman-temannya dan sekolah belum bisa menjamin apakah saat mereka pulang tidak berkumpul dan nongkrong bersama. Ini yang jadi permasalahan, makanya KBM tatap muka harus ada kesepakatan orangtua siswa dan sekolah diketahui gugus tugas,” katanya.

Kendati Disdik Sumsel telah mengizinkan KBM tatap muka, namun pihaknya belum menerima surat resmi keputusan untuk menyelenggarakan aktivitas belajar secara langsung di sekolah.

Walau begitu sejumlah intitusi pendidikan mulai mempersiapkan apa saja kebutuhan yang diperlukan menyambut sistem ajar tatap muka.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang Komariah menambahkan, menyongsong era new normal dan sistem KBM bertemu langsung, sekolah menyiapkan mesin wajah digital bagi siswa, guru maupun tamu sebagai pengecekan otomatis cek suhu tubuh. Serta mulai menyiapkan sarana prasarana mendukung keperluan protokol kesehatan.

“Termasuk absen digital, setiap orang harus berdiri di depan kamera yang akan mensensor deteksi suhu badan. Kalau suhu di atas 36 atau 37 derajat tidak bisa masuk dan jika tidak pakai masker secara benar, mesin secara otomatis tidak bisa meendeteksi,” jelasnya. (iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts