Kader Membelot di Demokrat, Siap-siap di Pecat!

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel H Ishak Mekki, didampingi Anggota DPRD OI sekaligus Sekretaris DPC Demokrat OI Taufik Artama.

Laporan : Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Pengurus, anggota dan simpatisan DPC Partai Demokrat Ogan Ilir (OI) bakal terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) atau pemecatan jika terbukti membelot dengan tidak mendukung dan memenangkan Paslon No. urut 1 Panca Wijaya Akbar Mawardi-Ardani.

Bacaan Lainnya

Bahkan informasinya, Ketua DPC Demokrat OI Adinul Ikhsan jarang hadir untuk mengikuti kegiatan kampanye dan sosialisasi Paslon Nomor 1 Panca Wijaya Akbar Mawardi-Ardani.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel H Ishak Mekki, didampingi Anggota DPRD OI sekaligus Sekretaris DPC Demokrat OI Taufik Artama kemarin usai menjadi jurkam kegiatan kampanye Paslon Nomor 1 Panca Wijaya Akbar Mawardi-Ardani, di rumah Wancik Desa Sri Dalam Kecamatan Tanjungraja menegaskan ada sanksi tegas yang bakal diterima jika ada pengurus kader Demokrat yang membelot.

“Dari awal memang Demokrat sudah memilih mendukung dan memenangkan Paslon Nomor 1 Panca Mawardi-Ardani, survey angkanya makin meleset, tentunya kita solid memenangkan Panca Mawardi-Ardani. Kalau Ketua DPC Demokrat OI, jarang hadir mungkin karena tidak semua kegiatan bisa hadir, namun jika demikian tentunya akan kita selidiki akan diberikan  peringatan, ya bisa kita laporkan ke DPP Demokrat. Kalau memang ada kader pengurus simpatisan Demokrat yang membelot bukan tidak mungkin akan di paw atau diganti,” tegasnya.

Sementata Ketua DPC Demokrat OI Adinul Ikhsan mengaku, saat ini tengah sibuk menempuh pendidikan Strata Tiga atau Program Doktor, namun dirinya tetap solid dan siap memenangkan Paslon Nomor 1 Panca Mawardi-Ardani.

“Dari dulu partai demokrat sudah merekomendasikan dan mendukung menjadikan mereka sebagai bupati dan wabup, jadi jangan diragukan,” ujarnya via telpon.

Disebutkan, Adn jika dirinya jarang hadir saat kegiatan kampanye paslon No. urut 1 dikarenakan kesibukan menempuh pendidikan. Selain itu dirinya tidak pernah diikutsertakan berkomunikasi untuk diajak berembuk memenangkan paslon nomor urut 1.

“Mungkin, mereka tidak percara saya ke Panca Mawardi-Ardani. Sehingga mobilisasi alat peraga soal bantuan tidak diikutsertakan. Ajakan itu tidak pernah ada, jadi kita tidak turun. Kalau disuruh berkampanye itu, ada dana kampanye saya tidak diberi. Saya kan ketua partai, kalau saya turun bukan secara pribadi namun saya bawa gerbong. Kalaupun tidak turun anggota saya banyak. Walaupun tidak turun anggota saya  turun tidak masalah. Lagipula mendorong atau mendukung itu tidak mesti menunjukkan tampang ikut kemana-mana,” katanya

Disinggung soal apakah ketidakhadirannya tersebut bentuk dari mbalelo atau membelot tidak memberikan dukungan, ia membantah keras menurutnya dirinya sebagai ketua partai sudah bersikap profesional.

“Ya bukan mbalelo boleh lihat di Partai Demokrat dipusat. Saya profesional-ah. Ibaratnya tidak mungkin saya jebolke gawang sendiri tidak mungkinlah. Kalau mah PAW atas apa sih?. Kalau kita kemaren ada pertemuan, kita mengerahkan pasukan. Ayo kita dukung beramai-ramai. Itu juga bentuk dukungan memenangkan. Kita punya strategi masing-masinglah untuk memenangkan paslon no1,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.