Teheran, Sumselupdate.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat dalam perundingan nuklir yang tengah berlangsung.
Dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting pada Sabtu (21/2), Pezeshkian menekankan komitmen pemerintahannya untuk menjaga ketahanan nasional serta mempertahankan martabat bangsa di tengah tekanan eksternal.
“Kami akan melakukan berbagai upaya dan tidak akan tunduk pada kesulitan apa pun yang kami hadapi,” tegasnya di hadapan para peserta pertemuan di Teheran.
Ia juga menyatakan pemerintah akan terus bekerja demi menciptakan kebanggaan bagi rakyat Iran. Meski mengakui adanya berbagai tantangan, Pezeshkian menyerukan persatuan nasional dan meminta masyarakat mengesampingkan perbedaan demi kepentingan negara.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Ketegangan memanas setelah adanya peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta dua putaran perundingan nuklir tidak langsung yang digelar bulan ini.
Putaran pertama berlangsung di Muscat pada 6 Februari, disusul pertemuan kedua di Jenewa pada 17 Februari.
Perundingan tersebut difokuskan pada pembahasan program nuklir Iran serta peluang pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran.
(**)











