Konflik Timur Tengah Makin Tegang, Guterres Serukan Dialog dan Lindungi Jalur Pelayaran

Writer: - Kamis, 13 Agustus 2026
Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran sebuah drone yang diduga ditujukan ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua/Pusat Media Houthi)

PBB, Sumselupdate.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan dialog dan negosiasi sebagai jalan untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan atas konflik yang terjadi di kawasan Teluk dan Laut Merah.

Seruan tersebut disampaikan Guterres di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk perkembangan situasi di Selat Hormuz dan sekitarnya serta kawasan Laut Merah.

Read More

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq mengatakan Guterres terus memantau secara cermat perkembangan konflik di kawasan tersebut.

“Sekjen PBB tetap meyakini bahwa penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui dialog dan negosiasi,” ujar Haq pada Rabu (12/8).

Menurut Haq, penyelesaian melalui jalur dialog diharapkan dapat membantu memulihkan stabilitas dan membangun kembali kepercayaan di seluruh kawasan.

Selain itu, upaya tersebut penting untuk melindungi hak dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan sekitarnya, serta memastikan keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.

“Kesepakatan semacam itu akan membantu memulihkan stabilitas dan kepercayaan di seluruh kawasan, sekaligus melindungi hak dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan sekitarnya serta di Laut Merah,” kata Haq.

Di sisi lain, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg juga terus melakukan berbagai upaya diplomatik guna meredakan ketegangan di Yaman.

PBB menilai stabilitas jalur pelayaran di kawasan tersebut sangat penting, terutama karena gangguan terhadap lalu lintas kapal dapat berdampak langsung terhadap misi kemanusiaan.

Haq mengatakan setiap aktivitas yang mengganggu pelayaran di sekitar pesisir Yaman berpotensi menghambat upaya PBB dalam mengirimkan pasokan bantuan ke negara yang masih dilanda perang tersebut.

Karena itu, PBB menegaskan bahwa seluruh hambatan terhadap pelayaran di Laut Merah dan sekitar Selat Bab al-Mandab harus dihentikan.

PBB berharap penghentian gangguan terhadap jalur pelayaran dapat membuka ruang bagi upaya deeskalasi sekaligus mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan di Yaman.

Seruan Guterres tersebut kembali menegaskan posisi PBB bahwa penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah membutuhkan pendekatan diplomatik, dialog, dan negosiasi untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts