Hukuman Ahmad Najib Turun, JPU: Masih Ada Waktu Tentukan Sikap

Kamis, 4 Agustus 2022
Hukuman Ahmad Najib turun menjadi tiga tahun.

Palembang, sumselupdate.com – Hukuman Ahmad Najib terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya, di Pengadilan Tinggi Palembang, turun menjadi tiga tahun penjara, yang sebelumnya divonis hakim Tipikor Palembang, empat tahun penjara.

Hal itu diketahui dari hasil putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Palembang pada Selasa, (2/8 2022) dengan Nomor Putusan Banding : 9/PID.TPK/2022/PT PLG, yang dilansir dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (4/8/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam amar putusannya, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor : 2/Pid.Sus-TPK/2022/PN Plg tanggal 19 Mei 2022 yang dimintakan banding tersebut.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Akhmad Najib tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan pada dakwaan Pimair. Membebaskan terdakwa Akhmad Najib oleh karena itu dari dakwaan Primair tersebut. Menyatakan terdakwa Akhmad Najib secara sah dan meyakinkan  terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara Bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana dakwaan Subsidair Jaksa Penuntut Umum. Menjatuhkan Pidana kepada terdakwa Akhmad Najib dengan pidana penjara  selama 3 (tiga) Tahun,” bunyi amar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi.

Selain pidana penjara, majelis hakim tingkat banding juga menjatuhkan Pidana Denda terhadap terdakwa sebesar Rp200 juta (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) Bulan.

Dikonfirmasi Jubir PN Palembang,  Efrata Heppy Tarigan SH MH, membenarkan putusan banding terdakwa Ahmad Najib, namun demikian pihaknya belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi.

“Iya benar banding perkara terdakwa Ahmad Najib sudah putus ditingkat banding. Akan tetapi kita belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi Palembang,” pungkasnya, Kamis (4/8/2022).

Sementara itu M Naimullah S.H., M.H., Tim JPU dan juga Kasi Penuntutan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, menambahkan, saat ini pihaknya belum menentukan sikap.

“Masih ada masa Waktu pikir pikir untuk menentukan sikap,” tutupnya. (Ron)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.