Hujan Interupsi, Rapat Paripurna Sempat Ditunda

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten PALI, Senin (18/7).

PALI, Sumselupdate.com – Akibat beberapa Anggota beradu interupsi dan argumen, Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI yang digelar dalam ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan agenda Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015, Senin (18/7) akhirnya ditunda.

Kendati demikian, sebelum diputuskan ditunda atau dilanjutkan, sempat ada selisih tegang antara anggota dewan, yang meminta rapat untuk diskor atau dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Bermula ketika sebagian dewan menganggap berkas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati baru mereka terima pagi ini dan berkasnya pun belum lengkap. Hujan interupsi pun terjadi, antara anggota dewan.

Hingga akhirnya, Marta Dinata selaku Ketua DPRD PALI yang sekaligus memimpin sidang,  memutuskan rapat diskor 10 menit dan memerintahkan seluruh pimpinan komisi untuk melakukan rapat terbatas di ruangan lain.

Setelah melakukan rapat terbatas selama 10 menit, akhirnya skor dicabut dan rapat dibuka oleh Ketua Dewan Marta Dinata, MS, kemudian mempersilahkan Bupati PALI untuk menyampaikan nota Pertanggungjawaban.

Meski Bupati PALI tampak hadir di rapat, namun LPJ kali ini disampaikan oleh wakil bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony.

“Laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami yang mewajibkan menyampaikan laporan keuangan tahun 2015 yang telah diaudit BPK dan telah mendapat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP),” kata Wabup saat menutup pemaparan target anggaran, pendapatan, arus kas dan realisasi APBD tahun 2015 di hadapan forum sidang.

Untuk menindaklanjuti berkas dan laporan yang disampaikan Bupati PALI melalui wakilnya, ketua DPRD menskor rapat dan dilanjutkan Selasa 19 Juli 2016 besok dan Ketua DPRD juga meminta kepada pemerintah untuk melengkapi berkas yang kurang dalam waktu secepatnya.

Menanggapi penundaan rapat yang terjadi, Bupati PALI, Heri Amalindo, mengatakan hal yang wajar terjadi, karena ada anggota dewan yang mungkin belum jelas.

“Mungkin masih ada anggota yang belum jelas dan saya anggap itu, juga sebagai sebuah tandanya demokrasi di PALI berjalan, di mana semua orang berhak mengemukakan pendapatnya. Namun pada akhirnya sidang itu berjalan lancar,” pungkas Heri saat meninggalkan halaman DPRD PALI. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.