Houthi dan Saudi Bersitegang, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj bagi Jemaah Umrah

Writer: - Kamis, 17 September 2026
Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI Puji Raharjo. (Foto: Sumselupdate.com/Kemenhaj RI)

Jakarta, Sumselupdate.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak langsung menuju bandara sebelum memperoleh kepastian jadwal penerbangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Pada 15 September 2026, otoritas Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat sebuah drone di selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Pihak Houthi membantah menargetkan Makkah atau situs-situs suci.

Read More

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, meminta jemaah tetap tenang dan menjadikan PPIU sebagai sumber utama informasi terkait jadwal serta teknis keberangkatan.

“Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Puji di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Puji mengatakan, setiap perubahan atau penyesuaian jadwal penerbangan harus segera dikomunikasikan oleh PPIU kepada jemaah.

Karena itu, calon jemaah diminta memastikan jadwal, waktu keberangkatan, serta arahan terbaru dari PPIU sebelum berangkat menuju bandara.

“Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah,” ujarnya.

Kemenhaj juga meminta PPIU menjaga komunikasi secara aktif dan terbuka dengan jemaah. Informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan, perubahan jadwal maupun langkah penanganan diminta disampaikan secara jelas untuk menghindari kebingungan.

Pemerintah, kata Puji, terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sementara bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dan membutuhkan informasi maupun pendampingan, Kemenhaj mengimbau agar mereka berkoordinasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” kata Puji.

Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

Informasi terkait penerbangan dan perjalanan umrah dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kemenhaj turut menyediakan layanan pengaduan di nomor 0811-888-5888 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi atau pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah.

Sebelumnya, Kemenhaj menyatakan layanan bagi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi per 16 September 2026 masih berjalan normal. Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, KBRI Riyadh, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan keamanan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts