‘Hotspot’ Berkurang, Masyarakat Jangan Membakar

Jumat, 19 Agustus 2016
Kepala Dishut Mura Ec Priskodesi
Muarabeliti, Sumselupdate.com – Sejak dua hari terakhir, beberapa titik di Kabupaten Musi Rawas (Mura) diguyur hujan. Hal ini membuat beberapa titik hotspot berkurang, bahkan dari pantauan pihak Dinas Kehutanan (Dishut) hanya ada satu titik.
“Ada titik hotspot di wilayah perkebunan masyarakat tapi hanya ada satu. Hal ini kemungkinan besar karena kabupaten Mura ada hujan,” kata Kepala Dishut Mura, Ec Priskodesi, Jumat (19/8).
Di mana titik hotspot tersebut berada di Desa Pelawe, namun menurunnya titik api ini tentu saja sangat baik. Karena memang sebelumnya Kabupaten Mura sempat terpantau ada 10 titik hotspot.
“Sebenarnya terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut disebabkan oleh ulah masyarakat itu sendiri, makanya kita sudah sering meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ucapnya.
Bahkan, lanjut Priskodesi bahwa setelah pihaknya mengetahui titik hotspot, maka langsung melakukan pengecekan di lapangan. Walaupun terkadang dari hasil pengecekannya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Rupanya seng yang terkena matahari juga dapat menyebabkan titik hotspot, karena kami pernah memantau hotspot di satelit dan ada hotspot di wilayah Desa Mambang, setelah dicek koordinatnya ternyata atap rumah warga dari seng,” ucapnya.
Maka dari itu, Priskodesi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, sebab pembakaran lahan akan terpantau melalui setelit. Jika tetap nekat maka dapat dipidanakan.
“Sejak awal kami sudah menyebarkan baliho himbauan, begitu juga dengan pihak kecamatan telah disurati. Sehingga jika masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan tersebut, maka kami akan menegakkan peraturan yang berlaku,” tutupnya. (Ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts