Pagaralam,Sumselupdate.com – Empat hari menjelang hari Raya Idul Fitri, harga jual Kopi di Kota Pagaralam masih dikisaran harga Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kilogram atau mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari harga sebelumnya mencapai Rp 20.000 per kilogram.
Informasi yang berhasil dihimpun, turunnya harga jual kopi tersebut sudah terjadi sejak sepekan lalu dengan harga Rp 18.000 per kilogram. Namun menjelang Idul Fitri harga kembali anjlok.
H Bintara salah satu tauke kopi membenarkan jika saat ini harga kopi di Pagaralam mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu mengalami penurunan Rp 4000 sampai Rp 3000 per kilogrlam. Namun penurunan ini bukan hanya terjadi di Pagaralam, akan tetapi hampir setiap daerah.
“Kita ikut harga internasional, jadi turunya harga kopi ini mengikuti harga internasional pak,”katanya, Jumat (31/5/2019) kemarin.
Sambung Bintara, kondisi ini juga diperparah dengan gudang yang ada di Palembang dan Lampung tutup atau tidak menerima pasokan kopi dari berbagai daerah. Padahal saat ini sedang musim panen, dan tingkat penjualan petani meingkat karena mendekati hari lebaran.
“Mau tidak mau sebagai pengepul kopi yang dijual petani tetap kita beli, dan terpaksa disimpan hingga gudang kopi di Palembang dan Lampung buka kembali,”ungkapnya.
Sementara itu Evong (30) salah satu petani kopi menuturkan cukup kecewa dengan kondisi tersebut, apalagi turunnya harga kopi tersebut mendekati hari lebaran.
“Mau tidak mau, hasil kopi harus dijual pak, sebab lebaran tinggal menghitung hari, jadi kebutuhan harus cepat terpenuhi,”tuturnya.
Lainya halnya yang diungkapkan Ridi yang juga petani Kopi, dirinya tidak begitu terkejut dengan kondisi ini, pasalnya sudah hal biasa harga kopi turun pada saat lebaran.
“Tiap lebaran dan penerimaan siswa baru sudah daapt dipastikan harga kopi pasti turun, dan ini sudah terjadi setiap tahunya.”pungkasnya.(Ric)











