Hafisz Tohir : Pemerintah Harus Mampu Bebaskan Biaya Sekolah

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafisz Tohir

Palembang, Sumselupdate.com – Sumber daya manusia (SDM) Indonesia hingga saat ini belum mampu bersaing dengan SDM dari luar negeri. Ini dikarenakan belum mampunya pemerintah dalam memberikan hak dasar kepada masyarakat secara mudah terutama pendidikan.

“Generasi kita harus memiliki pendidikan yang tinggi kalau mau bersaing dengan orang-orang luar,” kata wakil Ketua Komisi XI, Hafisz Tohir saat menghadiri Milad Muhammadiyah yang ke 106 di gedung SD Muhamadiyah Balayuda, Sabtu (15/12/2018) kemarin.

Bacaan Lainnya

Dilanjutkan Hafisz, pendidikan Indonesia tidak dipacu untuk mempersiapkan anak didik mampu bersaing dengan negara-negara lain. Berbeda dengan negara lain yang sudah mempersiapkan pewaris bangsa dengan pendidikan yang mampu bersaing ke depan.

“Seperti Jerman, itu sudah mempersiapkan sejak dini. Pendidikan disana hingga kuliah tidak ada bayaran, tapi di Indonesia masih masih ada biaya bulanan bahkan banyak pungutan-pungutan terhadap peserta didik,” ujarnya.

Biaya-biaya yang harus dikeluarkan orang tua selama anak duduk di bangku pendidikan, menurut Hafisz, harus dikurangi. Pemerintah harus mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat terutama anak-anak yang benar-benar bebas dari biaya apapun termasuk pungutan-pungutan.

“Saya ingin memperjuangan kepada pemerintah, dan saya sudah lakukan dalam pembahasan RUU PNPB. Saya sudah membuat garis besar supaya hak-hak dasar rakyat jangan ada lagi pungutan termasuk dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

Paling tidak dilanjutkan politisi PAN, generasi ke depan minimal tamat SMA. Jangan sampai generasi ke depan putus sekolah dengan berbagai alasan terutama biaya.

“Kalau biaya murah maka akan semakin tinggi generasi menempuh pendidikan. Kalau mahal tentu banyak yang tidak sekolah karena tidak mampu membayar sekolah,” kata Hafisz kembali.

Selain itu, untuk mempersiapkan pewaris bangsa agar siap bersaing, tambah Hafisz, selain pendidikan, gizi pun harusnya menjadi perhatian pemerintah.

“Di negara-negara maju gizi dan nutrisi mampu diperoleh oleh rakyat dengan harga yang terjangkau. Ini harus kita tiru, supaya ke depan kita mampu menghasilkan generasi terpilih dan membebaskan masyarakat dari kemiskinan,” pungkas Hafisz. (Mor)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.