H Tama: Pancasila adalah Pedoman Pemersatu Bangsa

Ketua DPD KNPI Kota Palrmbang, Handry Pratama Putra

Palembang, Sumselupdate.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palembang, Handry Pratama Putra menegaskan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pedoman pemersatu bangsa.

Dengan Pancasila, masyarakat di Tanah Air Indonesia yang beraneka ragam suku, budaya, adat dan bahasa dapat dipersatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Bacaan Lainnya

“Pancasila adalah pedoman pemersatu bangsa, dimana kita harus bangga menjadi sebuah bangsa. Dengan beraneka ragam suku dan bahasa tetapi kita tetap satu jua,” katanya,  Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu perayaan yang harus dijadikan masyarakat sebagai sebuah kebanggaan karena terlahir dan ditakdirkan di tanah negeri tercinta, Tanah Air Indonesia.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Tama ini, tidak sedikit negara di luaran sana yang memiliki satu suku, satu bahasa dan satu budaya namun terpecah belah. Maka itu, masyarakat Indonesia khususnya para pemuda hendaknya selalu bersyukur dan benar-benar menerapkan arti Pancasila yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak di luaran sana mereka satu suku satu bahasa tetapi terpecah belah, kita harus bersyukur tuhan selalu memberkahi Tanah Air ini untuk tetap bersatu,” tegasnya.

Tama pun mengaku dalam kesehariannya ia selalu menerapkan butir pancasila, salah satunya adalah sila pertama yakni ketuhanan yang Maha Esa. Ia menilai ketuhanan atau keimanan setiap warga inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap bersatu hingga saat ini.

“Butir Pancasila yang selalu saya terapkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut saya ketuhanan atau keimanan setiap warga ini lah yang membuat bangsa kita ini tetap bersatu,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.