Advertorial: Gubernur Yakin Muratara Mampu Berkembang Dengan Baik

Minggu, 11 Juni 2017
Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin didampingi Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dan sejumlah pejabat lainnya berfoto bersama usai digelarnya rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka perayaan HUT ke-4 Muratara di Gedung DPRD Muratara, Minggu (11/6/2017).

Muratara, Sumselupdate.com – Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka perayaan HUT ke-4 Muratara berjalan dengan lancar.

Acara peringatan HUT Kabupaten Muratara dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, tokoh nasional Yusril Ihza Mahendra, anggota DPR RI Fauzi H Amro, Ketua DPRD Sumsel H Giri Ramadha N Kiemas, serta sejumlah anggota DPRD Sumsel.

Read More

Turut hadir Kepala BNN Sumsel Brigjen Antoni Hutabarat, serta kepala daerah tetangga, seperti Bupati Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat, Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD Lubuklinggau H Rodi Wijaya, dan Ketua DPRD Musirawas Yudi Fratama, SH.

Kemudian, Ketua DPRD Pagaralam. mantan Pjs Bupati Muratara, Agus Yudiantoro, Kajari Lubuklinggau, Dandim 0406 Lubuklinggau Musirawas dan Muratara, Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan serta pejabat tinggi lainnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tiba di Kabupaten Muratara dengan menggunakan helikopter sekira pukul 10.00 wib dan menuju Gedung Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Muratara yang langsung disambut dengan tari dambut.

Pembacaan sejarah wilayah kabupaten dan pemekaran kabupaten muratara hingga terlahir pada 11 Juni 2013 dengan memakan korban warga Muratara empat orang meninggal dunia, belasan luka-luka dan aparat kepolisian alami cidera atas bentrokan saat perjuangan pemekaran.

Bupati Musirawas Utara HM Syarif Hidayat secara khusus meminta pembacaan surah Al Fatihah atas meninggalnya empat orang korban pemekaran Kabupaten Muratara saat berjuang memekarkan daerah.

Pembacaan surah Al Fatihan  dipimpin Bupati Muratara atas permintaan warga sebelum dirinya menyampaikan kata sambutan dalam rapat paripurna istimewa tersebut.

Syarif mengatakan bahwa Kabupaten Muratara begitu memerlukan perhatian khusus baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Kabupaten Muratara miliki 14 desa tertinggal sejak awal 2015, namun Alhamdulillah hingga sekarang hanya tinggal enam desa tertinggal. Yang artinya, delapan lainnya sudah menjadi desa berkembang. Target kami,  2018 kami bertekad agar lepas dari status tertinggal,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa ke depan Pemerintah Kabupaten Muratara tetap fokus kepada pembenahan infrastruktur dasar yang memang menjadi kebutuhan masyarakat seperti air bersih, listrik, jalan, pendidikan, dan kesehatan.

Menurutnya, sebanyak 66 persen daerah di Kabupaten Muratara sudah teraliri listrik, hanya tinggal 34 persen atau 28 desa yang masih belum dialiri listrik.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyampaikan bahwa melaksanakan pembangunan kalau hanya mengandalkan APBD saja setiap tahunnya tidak akan berkembang.

Ia meyakini bahwa Kabupaten Muratara mampu berkembang dengan baik dan bersaing dengan kabupaten lebih ‘tua’ lainnya.

“Saya menaruh harapan besar dengan kabupaten ini. Ayo buktikan, kalahkan musi rawas itu. Kalau mau maju, ayo bersaing,”katanya.

“APBD yang hanya 700 Miliar tidak akan cukup. Cari dana dari luar, datangkan investor atau pihak ketiga ke daerah saya yakin di Muratara ada semuanya sumber daya alam, sekarang tergantung pemimpinnya, saya tidak meragukan pak bupati. Jalin kerjasama dengan DPRD,” pungkasnya. (ain/adv)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts