Tragis, Ditimpa Beton Pembatas Jalan, Kepala Pekerja di Tol Palindra Remuk

Minggu, 11 Juni 2017
Jasad korban berada di RSUD Palembang BARI.

Palembang, Sumselupdate.com – Naas dialami Nasri (56), karyawan PT Cahaya Gemerlap Anugrah Abadi selaku pemegang proyek pemasangan barrier atau beton pembatas jalan di Tol Palembang Indralaya (Palindra) tewas dengan kondisi mengenaskan.

Korban tewas dengan wajah gepeng dan kepala pecah akibat tertimpa beton pembatas jalan yang beratnya mencapai 150 Kg di titik 7.600 pembangunan Jalan Tol Palindra, Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (11/6/2017).

Read More

Berdasarkan data dihimpun, peristiwa naas yang merenggut nyawa warga Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung ini berawal ketika korban menaiki mobil tronton yang membawa barrier dari pintu gerbang tol.

Ketika berada dilokasi kejadian yang jalannya cukup menanjak. Tiba-tiba beton pembatas jalan itu roboh dan langsung menghantam kepala korban sehingga meninggal di tempat dengan kondisi kepala remuk.

“Sudah saya ingatkan untuk tidak duduk di belakang dan sudah saya suruh duduk di depan, namun dia tidak mau,” terang sopir tronton, R Han Han Triansyah.

Dikatakanya, korban merupakan pegawai yang baru bekerja di proyek pembangunan Jalan Tol Palindra tersebut. Oleh karena itu, dirinya selalu mengingatkan korban untuk bekerja hati-hati. “Korban baru bekerja di sini, jadi belum mengerti apa-apa. Kalau yang bisa ikut saya, pasti tahu dan sering saya ingatkan,” ujarnya.

Masih kata dia, sebelum kejadian dirinya menaiki beton tersebut di dekat gerbang tol Palindra. Tak lama datang korban bersama temannya untuk membantu menaiki beton tersebut.

“Atas perintah mandor, ia disuruh menaiki beton itu. Setelah selesai menaikinya, ia ikut di dalam mobil saya untuk membantu menurunkannya dan duduk di belakang,” paparnya.

Bahkan, sebelum mobil berjalan korban sempat berdiri di dekat beton tii. “Kata saya, kalau mau di belakang duduk saja di atas kepala mobil, yang satunya benar duduk di sana, tapi dia masih tetap duduk di situ,” ucapnya.

Setelah berjalan sekitar 7 km dari gerbang tol, kondisi jalan menanjak hingga beton terjatuh dan menimpa korban. “Temannya menjerit, jadi susah stop dan melihat kebelakang sudah seperti itu,” katanya.

Selanjutnya, dengan dibantu alat berat jenazah korban pun dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palembang BARI untuk dilakukan divisum.

Kapolsek Pemulutan AKP Helmi Ardiansyah melalu Kanit Reskrim Bripka Zulkarnaen membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Sudah kita lakukan olah TKP dan korban dibawa ke RS BARI. Sopir dan mobil kita bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” tandasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts