Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin telah menyiapkan program pemerintah Sumsel untuk menyongsong tahun 2017. Dia berjanji akan mempercepat pembangunan di Sumsel terutama pembangunan Kawasan Tanjung Api-Api (TAA).
Menurut Gubernur, pembangunan di Sumsel bukan hanya menyangkut Asian Games dan MotoGP saja tapi pembangunan Sumsel yang komperhensif dan terintegrasi dengan tujuan akhir tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Sebenarnya kita pembangunan ini bukan Asian Games saja bukan Moto GP saja. Tapi pembangunan Sumatera Selatan secara komperhensif terintegrasi, tujuan akhir adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dengan prioritas pembangunan secara simpel saja tapi tetap konsisten yaitu pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan. Jadi semuanya mengarah kesana,” kata Gubernur usai Rapat Paripurna di DPRD Sumsel, Selasa (27/12/2016).
Dilanjutkannya, apa yang akan dilakukannya di 2017 adalah meneruskan apa yang sudah berjalan di 2016.
“Apa yang dilakukan di 2017 adalah meneruskan apa yang sudah berjalan di 2016, kita bangun di 2016 tapi belum selesai karena memang ini bertahap untuk mencapai sasaran kita. Kapan sasaran itu tercapai insyaallah secepatnya,” katanya.
Sedangkan untuk pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) menurut Gubernur sudah dari dulu, namun lebih intensif.
Sementara itu, terkait pembangunan Kawasan Ekonomi khusus Tanjung Api-api (KEK TAA), diakuinya selama ini pihaknya banyak menghadapi kendala dan hambatan. Namun semua tetap maju terus. Secara bertahap tapi pasti, pihaknya akan menggenjot pembangunan KEK TAA tersebut dengan tidak melanggar aturan.
“Untuk TAA memang banyak kesulitan banyak kendala hambatan tapi insyaallah maju terus . Bertahap tapi pasti mana yang bisa dipercepat kita percepat mana yang harus bertahap tidak boleh dilangkahi dan tidak juga melanggar aturan. Insyallah jadi,” katanya.
Pemprov Targetkan Pembangunan KEK TAA dimulai bertahap di 2017
“Targetnya di 2017 sudah mulai secara bertahap tapi efisiensi karena di semua sektor , mana yang bukan program prioritas nasional itu kena di seluruh Indonesia. Tapi alhamdulillah untuk Asian Games karena itu program prioritas nasional infrastrukturnya tidak ada yang terganggu. Untuk MotoGP karena itu investasi swasta yang tidak kena. Jadi tidak mudah yang kita lakukan ini, berat, banyak kendala, banyak hambatan , tapi insya Allah, alhamdulilah,” katanya.
Untuk itu dia meminta kalangan pers di Sumsel untuk menjaga situasi keamanan di Sumsel.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel Agus Sutikno melihat Sumsel dalam posisi yang bagus, dimana dari sisi promosi Sumsel dalam posisi yang diuntungkan karena ada kepercayaan pemerintah akan pelaksanaan Asian Games 2018 dan lain-lain.
“Sumsel menjadi terkenal dalam konteks nama kota ini dikenal di Indonesia dan luar negari dari geostrategic, Sumsel ini dari Jakarta paling ideal dari segala lini bisa ditembus dengan menjadi tuan rumah apapun dengan skala internasional maka SDMnya sudah siap , punya pengalaman dan punya venue dan aset standar internasional,” katanya.
Selain itu sumber-sumber daya alam keluaran dari Sumsel ini kebanyakan sumber daya alam yang sifatnya konsumtif yang paling besar, maka tidak mungkin kebutuhan akan turun, itu berbanding lurus dengan jumlah penduduk.
“Kita punya karet, kita punya kelapa sawit , kita punya barang pertanian walaupun ini dari produksi dan komsumsi imbang-imbang saja tetapi intinya ketika kita ada itu, kita tidak perlu belanja seperti Batam yang enggak ada padi, ini menjamin inflasi dari sektor makanan menjadi kecil,” katanya.
Sumsel sendiri masih banyak memiliki lahan yang bisa dikerjasamakan ,”Kita sebentar lagi memiliki kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api dimana PT SMS yang saya bentuk kemarin pansusnya, kalau itu semua berjalan di 2017 akhir atau awal 2018 maka, Asian Games 2018 itu merupakan pemicu pembangunan Sumsel 2018 ke depan,” katanya.
Agus yakin pertumbuhan pembangunan ekonomi Sumsel di tahun 2017 di atas rata-rata nasional. (ery)











