Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali menegaskan kepada semua yang terlibat dalam kepanitiaan pelaksanaan Bonn Challenge 2017 Sumsel, agar bisa melaksanakan tugas dan bekerja secara profesional serta paham dengan tugas masing-masing sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.
Menurutnya kepanitiaan tidak perlu banyak, namun bisa menjalankan tugas dengan baik itu yang diharapkan, yang terpenting adalah bagaiman caranya agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, dan peserta dapat diperhatikan.
“Tidak perlu banyak panitia, sedikit tetapi efektif. Yang penting bagaimana acara itu berjalan dengan lancar mulai dari kedatangan hingga kepulangan delegasi,” pesannya, Selasa (04/04/2017).
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumsel, Farhat Syukri mengatakan, Bonn Challenge yang akan di gelar di Sumatera Selatan pada 9-10 April 2017 persiapannya sudah hampir final dan terus dioptimalkan.
Menurutnya kegiatan yang akan memfokuskan mengenai kepedulian negera peserta terhadap lingkungan secara global ini, akan dihadiri 40 delegasi dari 21 negara se-Asia Pacific di antaranya Australia, Vietnam, Bangladesh, Philipina, Nepal, Pakistan serta negara lainnya yang akan ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Untuk rangkaian kegiatan, para delegasinya sekelas Menteri Lingkungan Hidup, tanggal 8 April itu mulai pameran Bonn Challenge, tanggal 9 para delegasi akan field trip ke Sepucuk dan keesokan harinya tanggal 10 April pertemuan di Griya Agung,” jelas Farhat.
Lebih lanjut ia menambahkan, Baliho yang memuat tentang logo Bonn Challenge yang sudah disetujui oleh Gubernur pada tanggal 6 April 2017 segera akan dipasang. Logo tersebut melambangkan bahwa setiap manusia harus menjaga restorasi lahan landskap secara berkesinambungan.
“Targetnya dari kegiatan Bonn Challenge yang dilaksanakan pada tahun ini dapat merestorasi sebanyak 150 juta hektar lahan gambut,” urainya. (adi)











