Pemerintah Sumsel Fokus Terhadap Restorasi Lanskap Hutan

Rabu, 10 Mei 2017
Suasana kegiatan Bonn Challenge.

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin memperkuat komitmennya terhadap restorasi lanskap hutan melalui penyelenggaraan Asia Bonn Challenge High Level Meeting pada 9-10 Mei mendatang.

Terpilihnya provinsi ini sebagai tuan rumah merupakan keputusan dari hasil pertemuan tingkat Regional Amerika Latin di Panama pada Agustus lalu.

Read More

Konferensi Bonn Challenge yang diikuti 27 negara di Asia sebagai peserta perwakilan. Bonn Challenge merupakan forum pertemuan regional yang menjadi salah satu upaya penyelamatan hutan di tingkat pemerintahan yang juga melibatkan elemen masyarakat sipil dan bisnis dari seluruh dunia.

Bonn Challenge memiilki tujuan utama untuk mengurangi laju deforestasi seiuas 150 juta hektare iahan hutan hingga 2020, dan 350 juta hektare sampai dengan 2030.

Pada September 2011, organisasi ini diluncurkan yang difasilitasi tuan rumah Kementerian Lingkungan Hidup Jerman dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) di Bonn Jerman. Bonn Challenge ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk pembangunan desa, keamanan air dan pangan, sekaligus berkontribusi terhadap isu perubahan iklim.

Keputusan menjadikan provinsi Sumsel sebagai tuan rumah tentunya menimbulkan tanda tanya bagi beberapa pihak. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Sumsel disorot akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Oleh karena itu, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menilai pertemuan ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Sumsel untuk menunjukkan bahwa Sumsel sangat menyadari konsekuensi dari berbagai tindakan yang tidak lestari di masa lampau.

Provinsi Sumsel memetik banyak pelajaran dari kasus karhutla yang masif pada 2015 silam tersebut.

”Oleh karena itu, kami memperkenalkan konsep Green Growth Sumatera, yakni suatu konsep pembangunan hijau yang merangkul multi pihak yakni pemerintah, perusahaan perkebunan, Lembaga Sosial Masyarakat, dan masyarakat,” kata Alex, saat pembukaan kegiatan pertemuan di Griya Agung Palembang, Rabu (10/5/2017).

Konsep ini mulai diperkenalkan sejak 2014, ketika Badan Pelaksana REDD+ meminta inisiasi daerah untuk program penurunan emisi gas rumah kaca. Konsep yang disebut oleh Menterl lingkungan Norwegia sebagai yang pertama di dunia ini kemudian diluncurkan pada Juni 2015 di Jakarta, namun belum sempat dilaksanakan karena terjadi karhutla di Sumsel.

Green Growth Sumatera bertujuan untuk memberikan kewenangan yang Iuas kepada pemerintah daerah yaitu gubernur untuk mengambil keputusan melalui pendekatan yuridiksional atas inisiasi sendiri, walaupun belum ada regulasi eksplisit dalam tingkat nasional.

Hal ini sangat penting mengingat penanganan karhutla perlu langkah yang cepat dan tepat sasaran. Lambat satu jam saja penanganan, api sudah dapat menyébar hingga puluhan kilometer.

Alex berharap, melalul inisiatif Green Growth Sumatera lni, tak hanya pemerintah yang berperan sebagai leader.

“Kami mengharapkan semua stakeholder, mulai dari perusahaan hingga masyarakat ikut turun tangan,” tegas Alex.

Dalam kesempatan lni, Alex mengapresiasi mitigasi berbagai perusahaan yang sudah ikut turun tangan, termasuk 112 desa peduli api yang kemudian berkembang menjadi 162 desa melalui program Desa Peduli Gambut.

Program-program ini memberdayakan masyarakat sekitar untuk memberikan pelatihan kewirausahaan, bercocok tanam dan beternak. Penduduk desa dibantu dengan peralatan mencetak sawah sehingga tidak lagi menggunakan cara membakar lahan.

Untuk selanjutnya, Pemprov Sumsel merencanakan untuk menginisiasi sebuah Iembaga trust fund guna menghimpun bantuan asing dan domestlk untuk penyelamatan lingkungan. Dari semua langkah yang diambil tersebut, Gubernur Alex Noerdin berharap konsep Green Growth Sumatera multipihak inl dapat dlpakai secara universal dan berkelanjutan. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts