Baturaja, Sumselupdate.com – Banjir yang melanda beberapa kawasan di wilayah Kabupaten yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini, mengakibatkan terganggunya aktifitas warga akibat yang terdampak banjir.
Bahkan, banjir akibat luapan Sungai Ogan yang sudah menjadi langganan warga yang bermukim di bantaran sungai ini, nyaris menghambat aktifitas siswa Sekolah Dasar (SD) yang sedang menjalani Ujian Sekolah (US).
Salah satunya adalah siswa SDN 174 OKU Desa Kampai Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), terpaksa melaksanakan Ujian Sekolah di Polindes, karena sekolah kebanjiran.
“Karena sekolah kebanjiran, terpaksa siswa kelas VI mengikuti Ujian Sekolah di Polindes,” ungkap salah seorang guru SDN 174 OKU Desa Kampai pada Rabu (10/5/2017).
Pihaknya berharap saat siswa melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang akan di gelar pada Senin (15/5) mendatang airnya sudah surut, dan siswa bisa melaksanakan UN di Sekolah.
“Mudah-mudahan airnya cepat surut, dan saat UN nanti tidak mengganggu kegiatan dan konsentrasi siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kedaton Peninjauan Raya (KPR) Yoyin Arifianto, mengatakan, dalam wilayah kerjanya hampir sebagian besar terkena dampak banjir.
“Yang tidak kebanjiran dari 8 Desa hanya Desa Kedaton Timur, dan Sinar Kedaton, selebihnya kebanjiran semua, yang ketinggian airnya bervariasi, antara 20 cm hingga 1 m,” kata Camat KPR Yoyin Arifianto.
Menurutnya, yang terparah dari delapan desa di wilayahnya yakni Desa Kampai, dan Lubuk Kemiling, “Desa Kampai yang paling dalam, dan akses menuju Desa Lubuk Kemiling hanya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu, kedalaman air di jalan masuk bahkan ada yang mencapai 1 m lebih,” pungkas Yoyin. (wid)











