Gempar, Pensiunan Pegawai Kehutanan di Palembang Tikam Mantan Istri dan Anak di Halaman Sekolah

Tubuh Anita Rani dan Risky Alfarizi terluka parah usai ditikam pelaku di halaman SD Al Ridho Kalidoni Palembang, Sumsel, Rabu (11/5/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Seisi Sekolah Dasar (SD) Al Ridho Kalidoni Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (11/5/2022) sekitar pukul 07.45 WIB, mendadak gempar.

Read More

Ini menyusul seorang pensiunan pegawai kehutanan di Kota Palembang nekat lakukan penganiayaan dan penikaman terhadap mantan istri dan anaknya.

Akibatnya, Anita Rani (42) dan Risky Alfarizi (22) yang merupakan warga Jalan Sabo Kingking, Kelurahan Sei Buah, Ilir Timur, Palembang mengalami luka berat akibat tikaman senjata tajam.

Sesaat setelah peristiwa tersebut, pelaku langsung kabur  meninggalkan korban yang diduga merupakan istri dan anaknya.

Kini, kedua korban sudah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang, akibat aksi penganiayaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, Anita Rani mengalami tiga luka tusukan, sementara Risky Alfarizi mengalami empat luka tikaman pisau.

Kapolsek Kalidoni AKP Dwi Angga Cesario saat dikonfirmasi menjelaskan peristiwa penikaman tersebut dilakukan oleh Junaidi alias Edi (50), warga Sako Palembang.

Menurut Kapolsek, peristiwa berdarah hingga menyebabkan terlukanya mantan istri dan anak pelaku, diduga dipicu perebutan hak asuh anak.

Dijelaskan Kapolsek, korban Anita Rani (42) merupakan mantan istri pelaku, sementara Rizky Alfarizi (22) merupakan anak tiri dari pelaku.

“Setelah kejadian itu kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang. Sementara untuk pelaku langsung kabur membawa lari pula anaknya,” kata Kapolsek.

Sementara itu, Kepala SD Al Ridho Mimunah menuturkan, pelaku memang setiap hari mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Kalau sepengetahuan saya yang setiap hari mengantar itu si bapak, tapi saat itu si ibu datang minta izin masuk kelas mau bertemu anaknya untuk memberi makan dan uang,” terangnya.

Saat kejadian, kedua korban datang hendak bertemu dengan anak tersebut, pelaku yang melihat kedua korban kemudian menghampiri dan terjadi cekcok.

“Saat kejadian saya berada di lantai dua, salah satu guru bilang kalau dibawa ada keributan dan terjadi penikaman,” ungkapnya.

“Kami tidak tahu jelas apa perkara mereka ribut, tapi saat kejadian para siswa tengah belajar,” tambahnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.