Geledah Kantor BPKAD, Pidsus Kejati Sumsel Angkut 2 Dus Dokumen

Tim Pidsus Kejati Sumsel, mengangkut dua dus dokumen yang diduga terkait kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya.

Palembang, Sumselupdate.com – Sebelumnya Tim Pidsus Kejati Sumsel, menggeledah Kantor Biro Kesra Sumsel, kini tim Pidsus kembali lakukan penggeledahan Kantor BPKAD Sumsel, terkait serangkaian penyidikan perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

Penyidik melakukan penggeledahan dari pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan berhasil mengangkut dua dus besar yang berisi dokumen terkait perkara Masjid Sriwijaya.

Read More

Kasipenkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, yang didampingi tim penyidik mengatakan, pihaknya hari ini melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda, guna melakukan serangkaian penyidikan terkait perkara Masjid Sriwijaya.

“Jadi hari ini tim pidsus Kejati Sumsel melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda. Pertama di kantor Biro Kesra Pemprov Sumsel dan di BPKAD Pemprov Sumsel,” ujar Khaidirman, Rabu (31/3/2021).

Dijelaskannya, penggeledahan yang dilakukan di BPKAD Sumsel, penyidik mengamankan sebanyak dua kardus yang akan dibawa ke Kejati. Dokumen itu guna untuk diteliti lebih lanjut oleh tim penyidik pidsus Kejati Sumsel.

“Penggeledahan didua tempat ini berjalan lancar karena didukung oleh instansi yang bersangkutan, sehingga tidak ada hambatan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel telah menetapkan empat tersangka dan langsung dilakukan penahanan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

Adapun empat tersangka yang sudah ditahan yakni , Edy Hermanto selaku Mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya dan Dwi Kridayani Selaku KSO PT Brantas Abipraya, H Syarifudin selaku Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya, serta tersangka Ir Yudi Arminto selaku Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.