Geger! 13 DPC PSI Semarang Mundur Massal, Ini 5 Fakta Mengejutkannya

Writer: - Selasa, 24 Februari 2026
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang melakukan pengunduran diri massal. [Foto; Sumselupdate.com/Istimewa]

Semarang, Sumselupdate.com – Gelombang pengunduran diri massal melanda Partai Solidaritas Indonesia Kota Semarang pada Minggu malam (22/2/2026). Puluhan kader dan pengurus dari 13 Dewan Pengurus Cabang menyatakan sikap mereka secara serentak di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Semarang Tengah.

Peristiwa ini menyita perhatian publik karena dinilai bukan sekadar dinamika internal biasa. Berikut lima fakta kunci di balik pengunduran diri massal tersebut:

Read More

1. Pemberhentian Ketua DPD Jadi Pemicu Utama

Pengunduran diri dipicu keputusan Dewan Pimpinan Wilayah PSI Jawa Tengah yang memberhentikan dan mengganti Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantyo.

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozak, menyatakan keputusan tersebut diambil tanpa penjelasan yang jelas dan transparan. Kondisi ini memicu kekecewaan di tingkat DPC karena merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis.

2. Aksi Solidaritas 13 DPC

Sebanyak 13 DPC di Kota Semarang menyatakan mundur secara serentak. Hanif menegaskan seluruh DPC di kota tersebut turut dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas kolektif.

Para kader juga mengembalikan atribut partai, termasuk plang DPC, sebagai simbol resmi pengunduran diri. Skala aksi ini menunjukkan ketidakpuasan yang meluas di tingkat pengurus cabang.

3. Komunikasi Internal Dinilai Buntu

Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, mengungkapkan kekecewaan terhadap DPW yang dinilai tidak mampu menjembatani aspirasi DPC kepada Dewan Pimpinan Pusat terkait pemberhentian Ketua DPD.

Menurutnya, jawaban DPW yang meminta DPC menanyakan langsung ke DPP dianggap tidak solutif dan menimbulkan kesan terputusnya komunikasi internal.

4. Tudingan Arogansi dan Cidera Demokrasi

Teguh menilai penunjukan Pelaksana Tugas Ketua DPD sebagai bentuk arogansi DPW. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai kemunduran bagi partai di Jawa Tengah.

Sekretaris DPD PSI Kota Semarang, Bayu Romawan, menambahkan bahwa pengunduran diri ini merupakan respons atas demokrasi internal partai yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

5. Diwarnai Emosi dan Tanggung Jawab Moral

Pengunduran diri massal tersebut berlangsung dalam suasana haru. Sejumlah pengurus DPC tampak menitikkan air mata saat mengenang perjuangan membesarkan partai sejak 2024.

Bayu menegaskan mereka mundur secara terhormat dengan mengembalikan seluruh atribut partai sebagai bentuk sikap politik dan tanggung jawab moral.

Peristiwa ini menjadi tantangan serius bagi PSI dalam menjaga soliditas dan komunikasi internal. Dinamika tersebut sekaligus menegaskan pentingnya transparansi serta mekanisme demokrasi yang sehat dalam tubuh organisasi politik.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts