Fakta Persidangan Terungkap, Sebelum Dihabisi Korban Yoppy Cabuli Salah Satu Terdakwa

Salah satu terdakwa menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Baturaja, OKU, Kamis (31/3).

Baturaja, Sumselupdate.com –Ada yang menarik dari sidang putusan empat terdakwa kasus dugaan pembunuhan Branch Operational Manager Bank Mandiri Cabang Baturaja, Yoppy Nopriyanto (35) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kamis (31/3).

Dalam sidang putusan yang dimulai pukul 13.30 hingga pukul 17.46 terhadap keempat terdakwa pembunuhan, yakni SP (17), AW (15), AR (15) dan RK (15), terungkap jika sebelum dihabisi para pelaku, korban Yoppy melakukan pencabulan terhadap salah satu terdakwa.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lapangan, Hakim Ketua Mimi Haryani, SH saat membacakan fakta persidangan, hasilnya begitu mengejutkan.

Motif pembunuhan itu terungkap berawal dari perbuatan pencabulan yang dilakukan korban terhadap tersangka.

Seorang ibu-ibu, keluarga korban sontak menangis dan berteriak dalam ruangan sidang mengetahui fakta persidangan jika Yoppi (Korban) sempat mencabuli tersangka. Menyikapi hal itu, Hakim ketua menegur pihak keluarga untuk tenang.

“Maaf ibu, kami minta untuk tenang. Kalau ibu tidak kuat mendengarkan fakta persidangan ini, silakan keluar ruang persidangan,” tegus Mimi dengan suara lembut kepada keluarga korban.

Mimi melanjutkan membacakan fakta persidangan. Perkenalan SP dengan Yoppi berawal dari Facebook Yoppi, yang bernama Yudi Nugroho. Pertama kali SP digauli korban di daerah daerah Baturaja dan Martapura.

Selanjutnya, pada Minggu, SP dan AR dijemput Yoppi di daerah Pasar Atas Baturaja setelah janjian untuk bertemu.

Sebelumnya sudah ada rencana yang dilakukan AR, SP, AK, dan RK untuk membunuh Yoppi. RK, AK, AR mau diajak membunuh korban karena diiming-imingi handphone milik korban.
Saat itu mereka mencetuskan kalau salah satu dari mereka dicabuli lagi langsung bunuh saja.
Sebelum jalan-jalan keliling Baturaja bersama korban kedua terdakwa SP dan AR sudah menyiapkan tamengbel untuk membunuh korban.

Di perjalanan, di daerah Batukuning SP diminta untuk membeli makanan. SP turun dari mobil Toyota Rush warna hitam yang digunakan Yoppi.

Saat SP membeli makan Yoppi memberikan uang ke AR sebesar Rp150 ribu. AR dan Yoppi duduk di depan, SP di belakang mobil, mereka melanjutkan perjalanan.

Di daerah Cor Beton, Batu Kuning. Mereka bergantian mengemudikan mobil. Kali ini SP yang menyetir mobil, AR dan korban duduk di bangku tengah belakang sopir.

Yoppi melihatkan film porno ke AR. Saat itu korban Yoppi meraba paha AR. AR sempat menolak.

Namun korban masih melakukan perbuatan tidak senono itu ke AR. Namun sperma AR tidak juga keluar.

Korban marah, AR  tersinggung. AR langsung memakai celana lagi. Melihat itu Korban menarik celana AR, karena kesal AR mengambil tamengbel yang telah disiapkan, dan langsung menjerat leher Yoppi.

Yoppi berteriak Sep, Sep, Sep. Saat itu kata Mimi yang membacakan fakta persidangan, SP saat itu sedang menyetir mendengar teriakan korban.

SP langsung menepikan mobil dan berhenti. Yoppi sempat membuka pintu untuk kabur keluar mobil. Menyadari hal itu SP langsung menarik tamingbel bagian lain yang masih terjerat di leher korban hingga tewas.

Setelah korban meninggal dunia mereka meletakan korban di dalam mobil. Selanjutnya kedua terdakwa menelepon AK. Mengabarkan dengan kalimat sudah selesai.

Mereka AR, SP dengan AK bersama RK bertemu di Cor Beton Baturaja untuk membahas tempat untuk menguburkan korban di daerah korban ditemukan.

“Bahkan cangkul untuk menggali lubang dipinjam dengan warga setempat, dengan alasan untuk menguburkan kucing yang di tabrak,” kata Mimi saat membacakan fakta sidang.

Setelah menguburkan korban, AR,RK, dan AK kembali ke rumah dinas korban dan mengambil,  handpone, powerbank, dan jam tangan serta tas ransel.

Sebagaimana diketahui, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kamis (31/3), Ketua Majelis Hakim Mimi Haryani didampingi hakim anggota Ferri Irawan dan Ade Syofian menjatuhkan vonis kepada empat terdakwa berbeda.

Untuk tersangka SE divonis 9 tahun bui. Sedangkan tersangka AN dihukum penjara 8 tahun, sementara untuk dua terdakwa lainnya yakni RK dan AR divonis 6 tahun penjara. (yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.