Dua Terdakwa Perambah Hutan Konservasi Berharap Dapatkan Keringanan

Suasana sidang dua terdakwa Perambah Hutan Konservasi di kawasan Banyuasin, Sumatera Selatan ini menjalani sidang pembelaan (pledoi) di ruang sidang Pengadilan Negeri Kls 1 A Khusus Kota Palembang. Rabu (18/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Yosa (19) Nangcik (54), dua terdakwa Perambah Hutan Konservasi di kawasan Banyuasin, Sumatera Selatan ini menjalani sidang pembelaan (pledoi) di ruang sidang Pengadilan Negeri Kls 1 A Khusus Kota Palembang. Rabu (18/11/2020).

Kedua terdakwa tersebut  merupakan anak dan  ayah kandung  warga KM 19 Desa Sebokor, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Bacaan Lainnya

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan pledoi ini Kuasa hukum kedua terdakwa meminta kepada hakim untuk meringankan hukuman dari yang Jaksa Penuntut Umum berikan beberapa hari yang lalu.

“Dalam isi pembelaan ini tidak bermaksud untuk memperlambat jalannya persidangan akan tetapi kami hanya meminta untuk diringankan hukumannya karena pada dasarny kedua terdakwa hanyalah sebagai kooperasi dari bosnya di tempat keduanya bekerja Pak hakim,” ucap kuasa hukum Triyasa di hadapan Ketua Majelis Gakim BongBongan Silaban.

Bukan hanya itu Triyasa juga menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang Kooperasi itu sendiri bahwa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu ialah penyuruhnya bukan yang melakukannya.

“Sesuai UU No 17 tahun 2012 tentang kooperasi dinyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi  pada karyawannya maka yang bertanggungjawab tersebut adalah yang pemberi perintah,” terang Triyasa saat persidangan berlangsung.

Tak hanya itu, ia juga meminta keringanan hukuman karena selama persidangan kedua terdakwa bersikap sopan serta mengakui kesalahannya dan pertama kalinya kedua terdakwa terjerat hukum di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang.

Setelah mendengar pembacaan pledoi (pembelaan) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Purnawati menanggapi dengan  tetap pada tuntutan serta mengajukan replik (jawaban) dari isi pledoi( pembelaan) yang akan dilakukan esok hari.

Mendengar jawaban JPU tersebut, para majelis hakim pun menyetujui sehingga sidang kembali  ditunda  besok hari pada pukul 11.30 di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus.

“Baiklah sidang kami tunda besok dengan agenda sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum,” tutup hakim ketua Bong-Bongan sambil ngetuk palu.

Untuk diketahui Yosa (19) Nangcik (54), dua terdakwa Perambah Hutan Konservasi di Kawasan Banyuasin Sumsel dituntut  oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Purnawati dengan hukuman 1 Tahun 6 bulan penjara pada Senin (16/11).

Dalam persidangan dengan agenda tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rini Purnamawati SH MH menyebutkan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 83 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 12 huruf d Undang-Undang RI nompr 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Melansir dari laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang, didalam dakwaan para terdakwa disebutkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan bersama dengan Mahmud Anang Jahri dan Acin dengan berkas masing-masing terpisah.

Namun, ketika dilakukan penelusuran perkara atas nama Mahmud Anang dan Acin tersebut tidak ditemukan didalam berkas perkara.

Saat  dicoba dikonfirmasi mengenai hal itu kepada JPU Rini Purnamawati menanyakan perihal tersebut namun hingga berita ini diturunkan belum direspon oleh yang bersangkutan. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.