Dua Bulan Proses Evakuasi, Operator PAMA yang Tertimbun Longsor Tanggul Air di Tambang PTBA Akhirnya Ditemukan

Evakuasi jenazah operator PT PAMA yang tertimbun longsor di Tambang Air Laya Barat PTBA/ Dok PTBA

Laporan Azwar Anas

Mauraenim, Sumselupdate.com — Setelah memakan waktu lebih dari dua bulan, proses evakuasi operator alat berat PT PAMA Persada yang tertimbun material lumpur akibat jebol dan longsornya tanggul air di area Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (Persero) Tbk akhirnya membuahkan hasil.

Bacaan Lainnya

Korban yang diketahui bernama Federik Hansen Sagala tersebut ditemukan pada Kamis (3/12/2020) pukul 02.45 wib dalam kondisi meninggal dunia.

“Proses evakuasi akibat longsor di Tambang Air Laya Barat telah selesai. Lumpuran longsor sudah diatasi dan seorang rekan pekerja dari PT PAMA yang tertimbun juga sudah ditemukan pada hari ini jam 02.45 Wib,” kata Manajer Humas, Komunikasi dan Administrasi Korporat, PT Bukit Asam, Iko Gusman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/12/2020).

Iko mengucapkan terima kasih kepada tim evakuasi dan Emergency Rescue Team (ERT) PTBA, PAMA, dan tim pendukung lainnya yang telah bekerja keras, sigap berkoordinasi selama ini.

“Kami turut berduka dan kehilangan atas kepergian seorang rekan pekerja tambang dari PT PAMA dan menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan,” tambah Iko.

Selanjutnya, Iko megatakan, pihak PAMA akan menyampaikan lebih lanjut terkait pemenuhan hak-hak korban dan keluarganya.

Berikut catatan singkat Sumselupdate.com mengenai peristiwa longsornya tanggul air di kawasan Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam:

Tanggul Air Jebol Secara Mendadak

Tanggul air yang berada di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada galian PT PAMA Persada, mendadak jebol pada Kamis (1/10/2020).

Tak pelak peristiwa ini mengakibatkan alat berat operasional tambang yang berada di area tambang tertimbun material longsor.

Lokasi jebol dan longsornya tanggul air di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang terjadi pada 1 Oktober 2020.

Tak hanya itu, akibat peristiwa mengenaskan ini, empat orang operator karyawan PT PAMA menjadi korban, satu di antaranya belum ditemukan, dan tiga orang dirawat di rumah sakit.

Manajer Humas, Komunikasi dan Administrasi Korporat PTBA, Iko Gusman saat dikonfirmasi mengungkapkan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, longsor di Tambang Air Laya Barat itu terjadi subuh, sekitar pukul 05.15 Wib, yang mengakibatkan tertimbunnya alat berat operasional tambang.

Sesuai prosedur, lanjut Iko, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut Kepala Inspektur Tambang.

“Saat ini tim fokus melakukan evakuasi terhadap satu orang operator alat berat dan perusahaan akan melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan kejadian ini termasuk kepada korban,” urainya.

Libatkan Berbagai Tim Evakuasi dan Teknologi SAR

Proses pencarian dan evakuasi di Tambang Air Laya Barat melibatkan Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA serta Tim Basarnas.

Dikatakan Iko, selain menggunakan alat berat, tambahnya, proses evakuasi juga memanfaatkan peralatan dengan teknologi untuk mempercepat proses pencarian.

Proses pencarian Federik Hansen Sagala di lokasi jebol dan longsornya tanggul air di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

“Beberapa teknologi yang digunakan diantaranya metal detector milik PTBA, Echo Sounder dari Unsri, GPR (Ground Penetration Radar) dari Basarnas dan peralatan pendukung lainnya,” jelas Iko.

Polda Sumsel Periksa Manajer Operasional PT PAMA

Direktorat Resort Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan memeriksa sejumlah saksi, terkait jebol dan longsornya tanggul air di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, Selasa (3/11/2020), saat dihubungi via telepon mengatakan, pihaknya telah menaikan kasus tanggul jebol tersebut ke tingkat penyidikan.

“Beberapa hari yang lalu kami telah memeriksa saksi-saksi yang merupakan para manager operasionalnya (PT PAMA Persada Nusantara –red). Dengan menaikkan kasus ini ke lidik,” ujarnya.

WALHI Minta Review Perizinan

Terkait lonsornya tanggul air di kawasan Tambang Air Laya Barat PTBA, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Hairul Sobri saat dihubungi Sumselupdate.com, Rabu (14/10/2020) menyebut, penting untuk dilakukan penggalian informasi mendalam baik adminstrasi maupun fakta-fakta di lapangan.

Ia pun meminta pihak terkait segera melakukan review perizinan dan pemulihan baik lokasi tambang maupun areal terdampak.

Kantor Pusat PTBA di Tanjungenim/ist

Hairul Sobri melanjutkan, peristiwa jebol dan longsornya tanggul di areal tambang ini adalah bukti bahwa eksploitasi SDA yang rakus dan serakah akan memunculkan bencana ekologis.

“Jika kajian lingkungan hidup terus diabaikan, dan izin terus melegalkan aktivitas pertambangan maka ini sama saja dengan dukungan terhadap meningkatnya intensitas bencana ekologis yang akhirnya akan membebani rakyat,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.