Dishub Sumsel Meminta Angkutan Online Buka Kantor Cabang

Nasrun Umar

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan terus mengkaji mengenai solusi dan menghindari terjadinya gesekan sesama angkutan umum terutama angkutan yang  berbasis online dengan angkutan umum konvesional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Kadishub Sumsel) Nasrun Umar, Selasa (2/5/2017).

Bacaan Lainnya

Ia juga menyebutkan angkutan umum berbasis online diharuskan segera membuka cabang di mana mereka beroperasi.

Selain lebih terkondisi agar bisa dipantau dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan, saat ini sudah ada revisi Undang-Undang yang membolehkan angkutan umum berbasis online beroperasi.

“Segera mereka membuka cabang di sini. Kami dari institusi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang transportasi mempunyai keinginan. Apa-apa bentuk moda transportasi itu sepanjang sudah diatur oleh undang-undang, dengan catatan bisa melayani kebutuhan masyarakat transportasi, silahkan asal sesuaikan dengan kondisi kultur daerah,” ungkapnya.

Nasrun mencontohkan, angkutan umum berbasis online Go Car tidak boleh mengambil penumpang di jalan dikarenakan, mereka sesuai aturan harus mengambil penumpang berdasarkan on call.

“Misalnya ada penumpang menghubungi angkutan umum online minta dijemput di Palembang Icon Mall, maka kantor pusat menghubungi Go Car yang terdekat di sekitar wilayah Palembang Icon,” jelasnya.

Ditambahkannya, tapi dia tidak boleh mengambil penumpang di jalan, yang tidak terlebih dahulu memesan. Itu tidak boleh karena itu akan merusak angkutan penumpang yang mempunyai trayek tetap dan sudah teratur dan itu pasti akan menimbulkan gesekan.

“Pengawasan terhadap pelanggaran mengambil penumpang tidak berdasarkan on call akan kami lakukan secara berkala. Kami dapat bekerjasama dengan para angkutan yang mempunyai trayek dan teratur dapat mengawasi. Catat plat nomor kendaraannya, laporkan dengan kami,” tegasnya.

Untuk angkutan umum online harus juga memenuhi persyaratan. Di antaranya, tahun kendaraan tidak boleh di bawah tahun 2011. Harus di atas 2011,  cc tidak boleh di bawah 1000. Itu harus di patuhi semua.

“Kalau masalah tarif, tentu harus mengacu dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sesuai tarif atas atau bawah. Saya juga akan berbicara kepada Go Car untuk membuat Asuransi Jiwa. Dikarenakan Go Car belum mempunyai dan belum diatur oleh UU. Kalau semua angkutan trayek sudah memiliki asuransi Jasa Raharja,  sebagai bentuk antisipasi jika terjadi kendala,” pungkasnya. (adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.