Disekap Semalaman, Gadis 16 Tahun Diperkosa Bergilir 3 Pemuda

Korban didampingi orangtuanya melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (13/7)

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang gadis muda berinisial AC (16) mengalami trauma berat usai disekap semalaman dan diperkosa 3 pemuda secara bergilir di sebuah pondok kosong yang berada di tengah sawah di kawasan Sekojo, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Hal itu terungkap, setelah AC diantar pulang ketiga pemuda tersebut pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Selasa (12/7) pagi.

Bacaan Lainnya

Tak terima atas perbuatan biadab yang dilakukan ketiga pemuda, yakni Apri dan kedua rekannya korban bersama orangtuanya, Kana (47) langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (13/7).

Di hadapan petugas, dikatakan Kana, awalnya pada Senin (11/7), sekitar pukul 20.00, anak kesayangannya tersebut dijemput di rumahnya oleh terlapor Apri yang merupakan pacar dari teman korban yang bernama Wulan (15).

Apri diketahui tinggal tak jauh dari rumahnya. Korban sendiri dijemput dengan maksud untuk pergi jalan-jalan bersama dua teman laki lainnya dan pacarnya, Wulan.

“Jadi sudah dijemput mereka pergi dari rumah. Namun, anak saya ini sudah dijebak oleh Apri dan dua temannya, mereka sudah merencanakannya sebelum memperkosa secara bergilir,” ungkap Kana, saat memberikan keterangan dihadapan petugas.

Sambungnya, AC malah diajak kedua rekan Apri ke lokasi kejadian. Sedangkan Wulan tak ada di sana, melainkan diduga diantar pulang ke rumah dan kemudian Apri menyusul kedua temannya yang tengah bersama AC ke lokasi kejadian.

“Anak saya di sana diberikan minuman Vodka, lalu di dalam rumah di TKP itu kedua tangannya serta kedua kakinya dipegang secara paksa. Bahkan, mulut juga dibekap,” ujarnya.

Ditambahkan dirinya juga, AC hendak memberontak namun diancam akan dibunuh oleh para terlapor. Kemudian tanpa pikir panjang, celana AC dibuka secara paksa dan langsung melakukan hubungan intim secara bergilir.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, laporan sudah diterima dan akan ditindak lanjuti oleh anggota Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. (Man)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.