Ini Kronologi Remaja di Tangerang Diperkosa hingga Jatuh Sakit dan Meninggal

Ilustrasi.

Tangerang, Sumselupdate.com — Seorang remaja putri berusia 16 tahun menjadi korban pemerkosaan 7 orang pria secara bergilir. Setelah kejadian itu, korban jatuh sakit dan meninggal dunia.

“Pelaku baru kami tangkap empat (orang), yang tiga lagi dalam pengejaran. Yang empat itu salah satunya yang mengaku sebagai pacar korban,” kata Kapolsek Pagedangan AKP Efri di kantornya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dilansir melalui detik.com, Kamis (18/6/2020).

Bacaan Lainnya

Empat pelaku yang telah ditangkap adalah FF alias Cedem, S alis Jisung, DE alias Boby, dan A alias Anjay. Sedangkan tiga pelaku lainnya yang masih diburu adalah R, DO, dan DI.

“(Pelaku dijerat) Pasal 81, Pasal 82 UU Nomor 17 2016 tentang Perlindungan Anak. Hukumannya 5 tahun, maksimal 15 tahun,” kata Efri.

Para pelaku berusia 18-24 tahun. Saat ini para pelaku ditahan di Polsek Pagedangan.

Efri mengatakan, korban awalnya kena dengan salah satu pelaku berinsil FF melalui media sosial Facebook. Perkenalan korban dengan FF ini baru seminggu sampai akhirnya korban diperkosa pada tanggal 18 April 2020.

“Hanya kenal medsos aja. Ada satu orang yang ngakunya sih begitu ya pacar. Tapi masa Iya sih pacar mau menjajakan ceweknya sendiri ke teman-teman yang lain. Kalau pacar itu kayanya enggak masuk akal,” tutur Efri.

Berikut kronologi pemerkosaan korban hingga akhirnya meninggal dunia, berdasarakan keterangan AKP Efri.

Tanggal 18 April 2020

Korban bertemu dengan tersangka FF di rumah teman tersangka FF di Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Di situ tersangka FF kemudian mengajak teman-temannya yang lain untuk datang.

Sebelum pemerkosaan terjadi, korban dicekoki dengan pil eximer atau pil kuning. Korban kemudian tidak sadarkan diri, hingga para pelaku memperkosanya secara bergilir.

Setelah kejadian itu, korban mengalami perubahan secara fisik dan psikis. Mulai dari cara berjalan yang miring-miring, bicara cadel dan banyak berdiam diri.

Tanggal 26 Mei

Keluarga memutuskan membawa korban ke Rumah Sakit Jiwa Darma Graha, Serpong, Tangerang Selatan. Polisi menyebut, korban dibawa ke rumah sakit jiwa karena mengalami trauma.

Tanggal 9 Juni

Keluarga memutuskan membawa korban dari rumah sakit. Namun saat itu kondisi korban belum benar-benar sembuh.

Tanggal 11 Juni

Korban meninggal dunia. Korban dimakamkan pada Jumat 12 Juni 2020.

Polisi masih mendalami apa penyebab kematian korban. Polisi tengah mendalami apakah pemberian pil eximer mempengaruhi kondisi kesehatan korban hingga meninggal dunia atau ada faktor lain yang menyebabkannya meninggal dunia. (dtc./adm5)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.