Disebut Hakim Terima Uang Dana BOK, Kadinkes Prabumulih Langsung Ngeles

Majelis Hakim membacakan fakta hukum dan menyebut sejumlah nama disinyalir turut serta menikmati sejumlah uang tersebut.

Palembang, Sumselupdate.com – Usai membacakan putusan terhadap terdakwa Nurmalakari, yang di vonis majelis hakim 1 tahun 10 bulan penjara terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2017.

Majelis Hakim membacakan fakta hukum dan menyebut sejumlah nama disinyalir turut serta menikmati sejumlah uang tersebut yakni Kepala Dinkes Kota Prabumulih H Tedjo Cahyono sebesar Rp81 juta, kemudian Kasubag Keuangan Dinkes Kota Prabumulih Feberina sejumlah Rp13 juta.

Bacaan Lainnya

“Lalu Bendahara Dinas Kesehatan Kota Prabumulih Sunardi sebesar Rp21 juta, kemudian terdakwa Nurmalakari sebesar Rp 19,5 juta,” sebut hakim anggota Ardian Angga SH MH.

Dikonfirmasi Kepala Dinkes kota Prabumulih H Tedjo Cahyono, membantah, dirinya ikut dikaitkan telah turut serta menerima sejumlah uang dari perkara ini.

“Itu juga sudah saya jawab didalam BAP serta saat menjadi saksi dihadapan majelis hakim dalam sidang yang digelar saat itu, bahwa membantah menerima sejumlah uang yang dimaksudkan,” kata Tedjo saat dikonfirmasi melalui telpon Rabu (12/1/2022)

Dijelaskannya, ia tidak merasa menerima sejumlah uang sebagaimana dikatakan dalam putusan majelis hakim, hanya menerima honor saja dari kegiatan home visit itu.

Dikonfirmasi terpisah terkait disebutnya sejumlah nama dalam putusan tersebut, Kepala Kejari Prabumulih melalui Kasi Intel Anjasra Karya SH MH, mengaku saat ini belum mendapatkan dan masih menunggu salinan lengkap putusan majelis hakim.

“Jadi terhadap hal itu, tentunya kami bertindak sesuai dengan petunjuk pimpinan, dalam artian kami belum bisa menjawab hal itu sebelum mendapatkan salinan putusan lengkap dari PN Palembang,” kata mantan Kasi Pidsus Lahat ini kepada awak media.

Disinggung apakah kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru dalam perkara ini, Anjasra menjawab tidak mau berandai-andai, mungkin atau tidaknya ada penetapan tersangka baru.

“Saaya tidak mau berandai-andai, kita lihat saja itu nanti,” tutupnya (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.