Dimas, Penipu Asal OKI Digelandang Polisi

Pelaku, karyawan gadungan dari Gobiz ditangkap.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Subdit 5 Siber Ditreskrimsus kembali menangkap satu orang pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai karyawan dari Gobiz salah satu mitra dari Gojek.

Bacaan Lainnya

Pelaku adalah Wili Dozen alias Dimas (28) warga Sidomulyo,  Kabupaten OKI, ia ditangkap polisi berada di Palembang, Jumat lalu (18/11). Setelah dilakukan pemeriksaan pelaku diduga merupakan bagian dari komplotan penipuan asal Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Sementara korban adalah Silviana YH merupakan warga, yang merupakan ibu rumah tangga yang juga merupakan pelaku UMKM, produk jamu. Warga Jalan Srijaya Negara, Bukit Lama, Ilir Barat 1, Palembang.

Korban sendiri ditipu dengan modus pelaku yang mengaku sebagai customer service dari Gobiz, menyampaikan kepada korban akan ada pembaharuan sistem dari aplikasi tersebut, pada pertengahan September 2020.

Dimana bermula saat pelaku menelpon korban,  diminta untuk memverifikasi data pribadi korban yang tercantum pada akun Gobiz.

Bahkan bukan hanya data pribadi korban, namun pelaku juga meminta korban untuk mencantumkan termaksud nomor rekening korban.

Dimana seluruh data tersebut diminta pelaku diisi pada link formulir yang disiapkan oleh korban.

“Setelah korban mengisi data pribadinya, pelaku juga meminta nomor OTP yang dikirim kepada korban,” ujar Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Fitriyanti.

Bermodal data-data pribadi dan OTP korban, pelaku memindahkan saldo korban sebesar Rp4.440.000,  ke rekening tertentu yang dikuasai pelaku.

Menurut kasubdit siber AKBP Fitriyanti tersangka Wili Dozen tidak bekerja sendiri dalam melancarkan aksinya, namun juga secara kelompok.

“Masih kita lakukan pengembangan, dan masih ada yang DPO, dan kita tengah kita kejar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, AKBP Fitriyanti menyebut pelaku telah beroperasi lama, dan diduga telah mendapat keuntungan ratusan juta.

Polisi mengamankan barang bukti satu unit ponsel merek oppo, empat buah SIMcard Telkomsel, satu unit ponsel merek Vivo, satu unit ponsel milik Xiomi.

Satu buah Bundal data akun dompet digital Dana, satu rekening koran bank Mandiri milik korban.

Pelaku disangkakan melanggar pasal 30 ayat 1 jo pasal 46 ayat 1 UU ITE, terancam kurungan penjara enam tahun atau denda Rp600 juta rupiah.

Sementara korban yang turut mendatangi Polda Sumsel saat dimintai keterangan menyampaikan rasa kecewanya.

Pasalnya uang yang disedot oleh komplotan pelaku merupakan modal usaha penjualan jamu miliknya.

“Tega teganya WD ini. Saya pengusaha UMKM, diambil juga modalnya. Semoga yang DPO segera dapat ditangkap,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga dengan baik baik data pribadi.

“Saya harap masyarakat dan pelaku UMKM lebih berhati hati, dan jangan mudah percaya ketika ada yang menelpon dengan modus seperti ini,” terangnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.