Laporan : Candra Budiman
Palembang, sumselupdate.com – Menjadi korban dugaan penipuan dengan modus hipnotis, Sumarni (41), terpaksa membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Selasa (4/9/2023).
Ibu rumah tangga ini melaporkan terlapor R yang menyebabkan dirinya alami kerugian Rp18 juta.
Menurut warga jalan Sei Sahang, Kecamatan Ilir Barat I Palembang ini, kejadian bermula dirinya berkenalan dengan terlapor R dari temannya, pada hari Senin (7/8/2023) lalu. Dimana pertemuan pertama dengan terlapor di rumah korban.
Ditempat rumah korban, terlapor bersama tiga orang yang diketahui ikut membantu terlapor R. Dimana terlapor mengaku ke dirinya mampu menggandakan uang yakni Rp100.000 bisa balik Rp500.000.
“Saya kenal dengan terlapor karena dikenalkan teman saya, lalu awalnya iseng sehingga saya mentransfer Uang Rp4 juta ke terlapor. Selama proses penggandaan uang, terlapor selalu meminta syarat dan harus dipenuhi, mulai dari minta untuk minyak dan lainnya, sampai hari ke sembilan,” terang Sumarni.
Dalam sembilan hari itu, lanjut Sumarni, terlapor selalu meminta sejumlah uang yang tujuan untuk membeli perlengkapan ritual dan dirinya mengikuti semua yang diperintahkan terlapor ini dan ketiga temannya yang lain.
Selama penggandaan uang berlangsung, terlapor menginap di rumahnya. Selama terlapor menginap juga disiapkan makan dan minum.
“Karena uang saya sudah habis, tetapi uang dijanjikan tidak kunjung ada, saat itu baru terpikir kalau terlapor menipu saya. Selama sembilan hari menginap dan melakukan ritual penggandaan itu, uang saya habis Rp18 juta, saya baru sadar kalau sudah ditipu,” tuturnya.
Sadar telah ditipu, Sumarni pun baru sekarang kepikiran untuk membuat laporan polisi.
“Saya baru sekarang membuat laporan, karena banyak berkas yang harus dilengkapi. Harapan saya, pelakunya itu segera ditangkap usai saya buat laporan ini,” pungkasnya.
Sementara laporan dari korban sudah diterima anggota piket SPKT dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim guna penyelidikan lebih lanjut. (**)











