Diduga Dianiaya Bandar Arisan, Ibu Rumah Tangga Ini Alami Luka Lecet di Dada dan Hidung

Writer: - Rabu, 15 Mei 2024
Wanita yang diduga menjadi korban penganiayaan membuat laporan polisi.

Palembang, sumselupdate.com – Diduga berawal dari cekcok dengan bandar arisan, Anggian Mayang Sari (27) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Kapten A Rivai Lorong Tembusan Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang bandar arisan inisial MA.

Akibatnya ibu anak dua ini mengalami sejumlah luka lecet di bagian dada dan hidung, dan berharap agar pelakunya segera ditangkap setelah dirinya membuat laporan polisi di Polrestabes Palembang.

Read More

“Saya mendatangi SPKT Polrestabes Palembang ini untuk membuat laporan polisi, karena tidak terima perlakukan dari bandar arisan yang saya ikuti itu,” ucapnya seusai membuat laporan, pada Rabu (15/5/2024).

Diceritakannya kejadian dugaan penganiayaan itu dilakukan terlapor berinisial MA ditempat tinggalnya, pada Senin (13/5/2024) malam, sekitar Pukul 18.30 WIB. Dimana terlapor mendatangi rumah korban untuk menyelesaikan masalah arisan yang diikutinya.

“Dia ini datang ke rumah, karena saya protes arisan yang seharusnya dijadwalkan saya mendapatkannya pada 25 Mei 2024 mendatang, diturunkan terlapor menjadi bulan Juni 2024,” tuturnya.

Baca juga : Viral Penganiayaan Satpam Nasabah Bank di Pagaralam, Pelaku Diringkus

Diakui korban, bahwa dirinya sudah membayar denda dan pokok arisan walaupun terlambat dalam proses pembayaran arisan tersebut.

“Saya konfirmasi dia lewat telpon, tapi saya malah di marahin sehingga dia mendatangi rumah saya. Sebelum datang ke rumah, dia ini bilang tidak takut dilaporkan ke polisi walaupun keluar uang besar, dia ini datang bukan menemui saya tapi ketua RT,” terangnya.

Baca juga : Viral Video Penganiayaan di Palembang, Kakak Korban Lapor Polisi

Ketika terlapor mendatangi RT, menurut korban, terlapor bilang ke RT dan tetangga bahwa ia memiliki hutang dengan terlapor, kemudian terjadilah cekcok mulut di depan rumah hingga berujung penganiayaan.

“Disitu saya dan suami terjadi cekcok mulut dengan terlapor dan teman prianya hingga dipisahkan oleh pedagang bubur. Kemudian terlapor ini kabur dan bilang ke ketua RT setempat kalau dia ingin membuat laporan polisi dengan tuduhan pengeroyokan tapi faktanya tidak ada. Malahan saya yang dianiaya nya,” tutupnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts