Deteksi Kahutla, Sumsel Gandeng LAPAN

Selasa, 19 Januari 2016

Jakarta, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan sejumlah Bupati di Sumsel mengikuti Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (18/1).

Mengawali  arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tahun 2015 telah memberikan pelajaran terkait penanganan hutan dan lahan yang kemudian menjadi kabut asap serta memberikan dampak ekonomi yang luar biasa terhadap daerah.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ekonomi kita terkoreksi 0,2 dari perhitungan gara-gara masalah kebakaran, masalah asap,” kata Presiden.

Untuk itu, pada 2016, Presiden Jokowi berharap harus ada early warning sebagai deteksi dini terhadap masalah kebakaran hutan dan lahan yang kemudian ditangani dengan cepat oleh aparat terkait.

“Mumpung ada Panglima TNI, ada Kapolri, di-back up oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), yang namanya Pangdam, yang namanya Kapolda, kemudian yang ada di lapangan, Danrem, Kapolres, Dandim, sampai ke bawah Koramil, Kapolsek semuanya harus digerakkan untuk mencegah ini. Tidak ada kata-kata untuk tidak, semuanya harus digerakkan,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, kalau Danrem bisa menggerakkan, prasarana kurang sampaikan ke BNPB, back-up-nya ada di situ, karena BNPB tidak punya pasukan, yang punya pasukan adalah di Panglima TNI, di Kapolri yang bisa menjangkau, karena ada Koramil, ada Polsek.

“Gubernur back up anggaran, bupati/walikota back up anggaran, membantu mem-back up, tetapi kunci-kunci ada di situ. Janjian saya dengan Panglima TNI  dan Kapolri itu,” jelasnya.

Presiden kembali menegaskan, sekali lagi, tahun ini tidak boleh terjadi lagi. Untuk itu, tidak boleh lagi ada izin baru di area gambut.

“Saya sudah perintahkan juga ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengambil alih areal gambut yang terbakar dan langsung menugaskan nanti Badan Restorasi Gambut untuk segera membuat rencana aksi di lahan-lahan yang tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga menginginkan agar proses penegakan hukum terus dilaksanakan. Yang bersalah harus ditindak tegas.

“Lakukan langkah tegas juga pada pembakar hutan dan lahan, baik berupa sanksi administrasi, tadi sudah disampaikan oleh Menko maupun Menteri, sanksi pidana maupun perdata. Agar tindakan yang sama tidak berulang dan berulang lagi,” tegas Presiden Jokowi.

Untuk Sumsel sendiri langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan Pemprov Sumsel telah melakukan kerja sama dengan LAPAN Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk deteksi dini Karhutla.

Langkah lain Pemprov Sumsel dalam mengatasi mendektesi Kahutla, menjalin komunikasi dengan negara-negara donor dari eropa.

Hadir dalam rapat koordinasi itu di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menko Bidang Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang PMK Puan Maharani.

Kemudian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria/Kepala BPN Ferry M. Baldan, para Gubernur, Pangdam, dan Kapolda yang daerahnya potensial mengalami kebakaran hutan dan lahan. (ril)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.