Palembang, Sumselupdate.com – Takziah 40 hari wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin digelar di Masjid Taqwa Palembang dan dihadiri ribuan masyarakat, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini diisi tausiyah oleh Das’ad Latif serta menjadi momentum doa bersama untuk mengenang jasa almarhum.
Istri almarhum, Eliza Alex, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas besarnya simpati masyarakat Sumatera Selatan.
Ia mengungkapkan, sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat sudah mulai berdatangan untuk memberikan doa. Kehadiran tersebut dinilai sebagai bukti nyata kecintaan masyarakat terhadap sosok Alex Noerdin.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih dan terharu atas kehadiran masyarakat Sumsel yang telah menunjukkan simpati, cinta, dan kasih sayangnya,” tuturnya.
Putri almarhum, Lury Alex Noerdin, menjelaskan bahwa pemilihan Masjid Taqwa sebagai lokasi acara karena memiliki nilai historis bagi almarhum serta mampu menampung antusiasme masyarakat.
“Awalnya acara ini hanya undangan terbatas sekitar 600 orang. Namun di luar ekspektasi, masyarakat yang ingin hadir sangat banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan 40 hari ini menjadi pengingat bagi keluarga dan masyarakat bahwa almarhum telah kembali ke alam barzah. Keluarga juga memohon doa agar segala dosa dan kekhilafan almarhum dapat diampuni.
“Kami berharap doa dari masyarakat terus mengalir, termasuk melalui media sosial. Program-program beliau seperti sekolah gratis semoga menjadi amal jariah bagi almarhum,” tambahnya.
Sementara itu, Dodi Reza Alex Noerdin mengaku terharu melihat besarnya antusiasme masyarakat yang hadir.
“Alhamdulillah, kami tidak mengira bahwa masyarakat Sumatera Selatan ternyata memang belum bisa melupakan Bapak Alex,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran masyarakat tidak hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk mendoakan almarhum serta mempererat silaturahmi antara keluarga dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan penghormatan yang diberikan masyarakat.
Pemilihan Masjid Raya Taqwa sebagai lokasi acara juga didasari kontribusi besar almarhum terhadap masjid tersebut, termasuk dalam pembangunan dan revitalisasi fasilitas.
“Masjid ini punya nilai historis yang sangat lekat dengan almarhum. Selain kami memang jemaah di sini, kontribusi beliau terhadap masjid ini juga cukup besar,” jelasnya.
(**)











